Corona Meluas, Perajin Peti Mati Alami Kenaikan Pesanan

SUKOHARJO, KRJOGJA.com – Pesanan peti mati terus mengalami peningkatan akibat melonjaknya kasus meninggal dunia selama pandemi virus Corona. Kondisi tersebut membuat perajin dan penjual peti mati di Sukoharjo kewalahan hingga terpaksa menolak pesanan yang datang dari Solo Raya hingga Jakarta. Kenaikan pesanan terjadi sejak sepekan terakhir apabila penjualan sehari maksimal 10 peti mati maka sekarang naik menjadi 50 peti mati.

Perajin dan penjual peti mati Rizki di Desa Wirun, Kecamatan Mojolaban, Suryanto, Rabu (7/7/2021) mengatakan, sejak tujuh hari terakhir pesanan peti mati mengalami kenaikan. Pesanan datang langsung dari rumah sakit kepada perajin peti mati dalam jumlah banyak. Para perajin juga masih harus melayani pesanan rutin kepada para penjual peti mati.

Pesanan dalam jumlah banyak membuat perajin peti mati mengalami kewalahan. Kondisi tersebut membuat perajin peti mati terpaksa melakukan penolakan pesanan. Kenaikan pesanan peti mati datang dari berbagai daerah seperti di Solo Raya, Salatiga, Semarang hingga Jakarta.

Suryanto mengatakan, dalam sepekan terakhir terlihat angka pesanan naik lima kali lipat. Apabila penjualan harian maksimal hanya 10 peti mati saja maka sekarang naik menjadi 50 peti mati per hari.

“Pesanan peti mati mengalami kenaikan tinggi dan membuat kewalahan sampai terpaksa kami tolak karena tidak sanggup memenuhi permintaan. Pesanan datang langsung dari rumah sakit,” ujarnya.

BERITA REKOMENDASI