Cuaca Ekstrem, Jamaah yang Meninggal Tembus Angka 100

BOYOLALI, KRJOGJA.com – Jumlah jamaah haji asal Jateng-DIY yang meninggal pada tahun ini meningkat dua kali lipat dibanding tahun sebelumnya. Hingga saat ini, jumlah jamaah yang meninggal sudah sebanyak 100 jamaah hingga proses pemulangan sebanyak 68 kloter dari 95 kloter yang diberangkatkan. Sementara pada tahun lalu, total jamaah yang meninggal sebanyak 53 jamaah saja.

Kabag Humas Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Debarkasi Solo, Afief Mundzir, Kamis (28/9/2017) menjelaskan, jumlah jamaah yang meninggal tahun ini meningkat, salah satu faktornya adalah peningkatan jumlah jamaah yang diberangkatkan. Tahun lalu, jamaah yang diberangkatkan sekitar 26 ribu jamaah. Sedang tahun ini meningkat menjadi sekitar 34 ribu jamaah menyusul normalisasi kuota jamaah.

Disamping itu, jumlah jamaah tahun ini yang masuk kategori resiko tinggi cukup banyak, mencapai 73 persen dari total jumlah jamaah. Cuaca di Arab Saudi yang ekstrem juga menjadi salah satu faktor utama penyebab kematian jamaah, dimana suhu pada siang hari mencapai 45 derajat celsius dan suhu turun drastis pada malam hari. Menurut Afief, faktor cuaca ini menjadi salah satu  penyebab utama gangguan kesehatan jamaah asal Indonesia yang bisa memicu kematian jamaah.

"Berdasar informasi dari tim kesehatan, kondisi cuaca di Arab Saudi yang sedemikian ekstrem banyak membuat jamaah dehidrasi yang memicu penyakit yang memang sudah diderita jamaah sebelum keberangkatan. Baru tahun ini suhu di sana sedemikian tingginya," kata Afief.

Selain faktor tersebut, sambungnya, tingkat kepatuhan jamaah untuk menjaga kesehatan juga dinilai masih rendah. Misalnya, cukup sulit untuk mengimbau jamaah untuk memakai masker. "Banyak hal yang menyebabkan kenapa kematian jamaah meningkat," imbuhnya.

Diinformasikan, jamaah yang meninggal yakni sebanyak 95 jamaah dari Jawa Tengah dan 5 jamaah dari Yogyakarta. Sebanyak 3 jamaah meninggal di pesawat dalam perjalanan pulang, satu jamaah meninggal di Asrama Haji Donohudan , sesaat sebelum pemberangkatan, dan sisanya sebanyak 91 jamaah meninggal di tanah suci.

Sementara hingga saat ini, jamaah yang sudah dipulangkan sebanyak 24.217 jamaah yang diterbangkan dalam 68 kloter. Rombongan terakhir, yakni kloter 95, akan mendarat di tanah air pada 6 Oktober mendatang. Sedang untuk kondisi kesehatan jamaah, tercatat sebanyak 20 jamaah masih dirawat di rumah sakit di Arab Saudi dan 2 jamaah yang sudah dipulangkan masih dirawat ke RS dr Moewardi, Solo. (Gal)
 

BERITA REKOMENDASI