Cuaca Panas, Kebakaran Lahan Paling Menonjol

SUKOHARJO, KRJOGJA.com – Total ada 24 kejadian kebakaran disejumlah wilayah di Sukoharjo terhitung sejak Januari – September ini. Paling banyak terjadi di lahan berupa pekarangan kosong sebanyak 13 kasus. Penyebabnya karena terpengaruh cuaca panas.

Kabid Pemadam Kebakaran Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Sukoharjo Margono, Minggu (24/9/2017) mengatakan, kebakaran lahan meningkat akhir akhir ini terjadi karena sejumlah penyebab, seperti keteledoran warga dan kondisi cuaca sangat panas sehingga berdampak pada keringnya lahan.

Kasus kebakaran lahan terjadi karena adanya aktifitas warga membakar sampah dan rumput kering. Warga kemudian pergi dengan kondisi api dibiarkan tetap menyala. Angin besar dan kondisi lahan kosong kering menyebabkan api dengan mudah merembet dan menyebabkan kebakaran disekitanya.

Kebakaran lahan juga terjadi karena faktor dugaan warga membuang puntung rokok sembarangan. Rumput kering serta tiupan angin menyebabkan api cepat membesar.

“Kebakaran lahan itu seperti pada lahan kosong, pekarangan dan perkebunan. Kondisinya kering akibat kemarau dan menyebabkan api cepat membesar dan merembet disekitarnya,” ujar Margono.

Kondisi alam dengan cuaca panas diharapkan bisa dipahami masyarakat dengan meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran. Warga diminta tidak meninggalkan api menyala saat membakar sampah atau tumpukan daun kering.

“Api harus dipastikan mati baru ditinggal pergi. Jangan sampai api atau bara api masih menyala dibiarkan pergi karena rawan menyebabkan kebakaran,” lanjutnya.

Petugas pemadam kebakaran juga sampai saat ini sudah menangani kasus kebakaran pada bangunan. Seperti rumah, pabrik, gudang dan terakhir tambal ban di wilayah Telukan, Grogol.

Penyebab kebakaran pada bangunan diduga karena faktor korsleting listrik. Hal itu sesuai dengan dugaan dari petugas yang menangani kasus kebakaran.

“Untuk kewaspadaan kebakaran pada bangunan. Pemilik bangunan bisa menggunakan kabel listrik sesuai standar untuk menghindari korsleting dan menyediakan tabung pemadam kebakaran sebagai pencegahan,” lanjutnya.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sukoharjo Suprapto mengatakan, kasus kebakaran pada lahan memang cukup menonjol akhir akhir ini. Lahan yang terbakar tidak hanya lahan kosong, namun juga pekarangan bahkan perkebunan. Khusus untuk hutan sampai sekarang belum ditemukan dan diharapkan tidak sampai terjadi.(Mam)

BERITA REKOMENDASI