Curah Hujan Tinggi, Boyolali Tetapkan Siaga Bencana

BOYOLALI (KRjogja.com) – Wilayah Boyolali ditetapkan berstatus Siaga darurat Bencana guna mengantisipasi dan penanganan bancana longsor, banjir dan puting beliung mulai November hingga Maret 2017.
depan.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Boyolali, Nur Khamdani, Rabu (30/11/2016) menjelaskan penetapan status tersebut telah disahkan oleh Bupati Boyolali sebagai antisipasi dan keefektifan penanganan bila terjadi bencana. 

"Berdasar prakiraan BMKG, hingga Februari mendatang, curah hujan di wilayah Boyolali diperkirakan cukup ekstrim dengan intensitas yang tinggi. Kondisi cuaca tersebut membuat ancaman atau potensi bencana seperti longsor, banjir dan puting beliung cukup tinggi," kata Khamdani.

Menurut Khamdani longsor dan puting beliung berpotensi di sebagin wilayah Boyolali yang berada di pegunungan Merapi dan Merbabu. Sebab, banyak pemukiman penduduk yang berada di kemiringan. Wilayah yang dimaksud yakni Kecamatan Selo, Ampel, Musuk, dan Cepogo. 

"Untuk wilayah yang rawan  bencana  puting  beliung dan banjir berada di wilayah Boyolali utara dan selatan yang berkontur landai, diantaranya berada Kecamatan karanggede, Wonosegoro, Simo , Ngemplak dan wilayah kecaamatan Nogosari." (R-11)

BERITA REKOMENDASI