Curah Hujan Tinggi, Dinding Jembatan Desa Sumur Ambrol

Editor: KRjogja/Gus

BOYOLALI, KRJOGJA.com – Intensitas curah hujan di wilyah Boyolali, Jawa Tengah cukup tinggi dalam sepekan ini, sebuah jembatan penghubung antar desa yang terletak di Desa Sumur, Kecamatan Taman Sari, ambrol akibat gerusan air. Karena kondisinya cukup berbahaya, hanya sepeda motor yang diperbolehkan melintas.

Kejadian ambrolnya bagian jembatan ini lantaran terjangan arus air sungai madoh yang deras akibat meningkatnya volume debit air yang terjadi Rabu (13/1/2021) malam. Ambrolnya dinding penahan pondasi jembatan terjadi pada malam hari sekitar pukul 20.45 WIB karena hujan yang terus menerus dari sore hingga malam hari.

” Saat hujan itulah terdengar suara ” Ileng”. Karena air sungai malam itu besar, warga ndak ada yang tahu. Kan malam dan hujan,jadi tidak ada orang yang lewat,” kata warga sekitar, Paryadi, Kamis (14/1/2021). Paryadi berharap jembatan tersebut segera diperbaiki karena jembatan itu merupakan jembatan penghubung antar desa Sumur ke desa Lanjaran.

Kepala Bidang (Kabid) Bina Marga Kabupaten Boyolali, Budi Wahyono mengatakan mendapat laporan dari Pemerintah Desa (Pemdes) Sumur pihaknya langsung mengecek lokasi. Karena salah satu sisi pondasi di sebelah utara runtuh, jembatan tersebut tidak layak dilewati.

” Kita sudah cek lokasi, kemudian nanti kita bikin laporan kebutuhan biaya perbaikan. Kalau abutmentnya masih aman,cuman mengawatirkan. Ini yang runtuh kan pengamannya, lalu lintas kecil seperti kendaraan roda dua masih bisa, ” kata Budi Wahyono.

Sementara Kepala Desa Sumur, Siti Prihatin mengungkapkan jembatan madoh dibangun pada tahun 2006, jembatan ini merupakan akses utama bagi warga Sumur, Jemowo dan Sangup.

BERITA REKOMENDASI