Daerah Lain Dikepung Banjir, Sukoharjo Siaga!

SUKOHARJO, KRJOGJA.com – Pemantauan terhadap wilayah rawan bencana alam semakin diintensifkan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sukoharjo. Petugas bahkan melakukan penyisiran disejumlah titik seperti disepanjang aliran Sungai Bengawan Solo. Apabila sudah dalam kondisi darurat maka warga yang terancam bisa langsung dievakuasi.

Kepala BPBD Sukoharjo Sri Maryanto, Kamis (17/1/2019) mengatakan, petugas dari tim gabungan sudah disebar ke sejumlah wilayah rawan untuk memantau khususnya banjir disepanjang aliran Sungai Bengawan Solo. Hal itu dilakukan mengingat sekarang curah hujan semakin meningkat. Akibat kondisi tersebut debit air di Sungai Bengawan Solo mengalami kenaikan signifikan. Meski begitu sampai sekarang belum ditemukan kasus banjir di Sukoharjo.

Petugas juga melakukan penyisiran terhadap kondisi tanggul dan pintu air disemua wilayah. Hasilnya ditemukan semua masih dalam kondisi normal dan tidak ada temuan kerusakan yang berakibat bahaya bagi masyarakat.

"Untuk deteksi banjir kami masih mengandalkan alat sistm peringatan dini di bawah Jembatan Bacem, Telukan, Grogol. Alat itu terus kami pantau agar jangan rusak supaya bisa membantu dalam memberikan peringatan dini pada masyarakat apabila rawan banjir maka bisa langsung mengungsi," ujarnya.

BPBD Sukoharjo dalam pemantauan di wilayah rawan bencana alam khususnya banjir juga ditemukan kondisi kesiapsiagaan dari masyarakat. Hal itu ditunjukan dengan adanya persiapan mengungsikan barang atau benda berharga ke tempat lebih tinggi dan tidak terkena banjir. Selain itu juga kesiapan masyarakat dengan mencari titik kumpul atau evakuasi saat banjir terjadi. 

Beberapa tempat siap dijadikan lokasi evakuasi bagi korban bencana alam banjir seperti di balai desa, kantor kecamatan, tanggul dan lainnya. Masyarakat sudah paham dan hafal situasi sehingga bisa langsung menyelamatkan diri saat terjadi banjir.

"Belum ada temuan kerusakan tanggul yang menyebabkan banjir. Juga belum ada temuan kasus banjir di Sukoharjo. Kondisi masih aman namun kami minta masyarakat tetap waspada terhadap kerawanan bencana alam," lanjutnya.

BPBD Sukoharjo sampai sekarang baru mencatat hanya ada bencana alam berupa angin kencang dibeberapa wilayah. Akibat kejadian tersebut sejumlah pohon tumbang dan beberapa diantaranya menimpa kendaraan dan bangunan. Meski begitu tidak sampai menyebabkan terjadinya korban jiwa.

Camat Grogol Bagas Windaryatno mengatakan, wilayahnya masuk sebagai kategori rawan terjadinya bencana alam seperti angin kencang dan banjir. Khusus untuk banjir setiap tahun selalu terjadi disejumlah desa karena dilintasi aliran Sungai Bengawan Solo. 

Salah satu wilayah paling rawan banjir di Kecamatan Grogol yakni di Nusukan, Kadokan. Desa tersebut berada tepat di bantaran Sungai Bengawan Solo sehingga paling pertama terdampak banjir saat hujan turun.

"Sampai sekarang memang belum ada temuan bencana banjir namun kami bersama petugas terkait dan masyarakat tetap waspada," ujarnya.

Pemerintah Kecamatan Grogol sudah menerjunkan petugasnya untuk melakukan pemantauan wilayah sebagai bentuk kewaspadaan terjadinya banjir. Kerawanan tersebut masih ada mengingat sekarang masih masuk puncak musim hujan. (Mam)

BERITA REKOMENDASI