Daging Sapi Impor Tak Diberi Ijin Masuk Boyolali

Editor: Ivan Aditya

BOYOLALI, KRJOGJA.com – Jelang lebaran, jumlah pemotongan di Rumah Pemotongan Hewan (RPH) Ampel mengalami peningkatan. Dinas Peternakkan dan Perikanan (Disnakkan) Boyolali selama ini melarang daging impor masuk ke Boyolali sebab ketersediaan daging sapi masih mencukupi, termasuk untuk mencukupi kebutuhan lebaran kali ini.

Kepala Disnakkan Boyolali, Juwaris, Rabu (21/06/2017) menjelaskan, jelang lebaran, jumlah pemotongan sapi di RPH Ampel meningkat, dari biasanya sebanyak 30 sapi per hari, saat ini mencapai 45 hingga 50 per hari. Volume pemotongan di RPH Ampel sebenarnya jauh lebih banyak, yakni bisa mencapai 150 pemotongan per hari. Hanya saja masih banyak pemotongan sapi dilakukan di tukang jagal meski tak ada jaminan kesehatan.

Menyusul peningkatan permintaan daging sapi selama puasa dan lebaran, selain sosialisasi pemotongan di RPH, pihaknya juga gencar melakukan sosialisasi pelarangan pemotongan sapi betina produktif.

“Kita terus lakukan sosialisasi agar pemotongan dilakukan di RPH, sebab ada jaminan kesehatan karena daging dan cara pemotongan diperiksa petugas medis,” terang Juwaris.

Meski permintaan daging meningkat selama lebaran, pihaknya tetap memberlakukan kebijakan melarang daging impor masuk ke pasar Boyolali untuk menjaga kesejahteraan peternak sapi lokal. Meski harga daging sapi impor lebih murah, yakni di kisaran Rp 80 ribu per kg, namun pelarangan tersebut dimaksudkan agar harga daging sapi di Boyolali tetap stabil, dimana saa ini kisaran harganya sebesar Rp 100 ribu hingga Rp 110 ribu per kg.

Dengan populasi sapi potong sebanyak 84 ribu ekor, jumlah tersebut sangat mencukupi kebutuhan konsumsi masyarakat. Terlebih peternak sapi di Boyolali juga sudah mampu memasok kebutuhan daging sapi untuk daerah lain.

“Sebenarnya daerah boleh memasukkan daging impor, tapi untuk Boyolali selama ini kita tak pernah  memberikan ijin sebab kita mampu sudah mampu memenuhi kebutuhan,” tambahnya. (R-11)

BERITA REKOMENDASI