Daging Semi Glonggongan Ditemukan di Sukoharjo

Editor: Ivan Aditya

SUKOHARJO, KRJOGJA.com – Ditemukan sejumlah produk bahan kebutuhan pokok pangan bermasalah seperti daging sapi semi glonggongan, mi mengandung bahan kimia dan makanan kaleng penyok dipasaran. Temuan didapati saat petugas dari dinas Perdagangan, Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Sukoharjo melakukan inspeksi mendadak (sidak) disejumlah tempat perdagangan baik tradisional maupun modern.

Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Sukoharjo Sutarmo, Rabu (06/06/2018) mengatakan, petugas sudah disebar disejumlah wilayah untuk melakukan sidak pemantauan terhadap peredaran bahan kebutuhan pokok pangan. Pengawasan juga dilakukan berkaitan dengan harga dipasaran. Sasaran pemantauan meliputi pasar dan toko tradisional, pusat perbelanjaan modern, distributor dan produsen.

Sidak dilakukan petugas baik sebelum dan saat sudah masuk puasa Ramadan. Mendekati Lebaran kegiatan semakin diintensifkan dengan menambah durasi dan jumlah petugas untuk melakukan pemantauan.

Hasil sidak diketahui ada sejumlah temuan bahan kebutuhan pokok pangan bermasalah. Seperti temuan daging sapi basah atau semi glonggongan dan bakmi pentil dan kerupuk warna merah yang saat sidak langsung dilakukan pengujian oleh petugas ternyata mengandung bahan kimia berupa rhodamin B dan Borax. Ketiga bahan pokok pangan tersebut ditemukan di Pasar Bekonang, Mojolaban.

Petugas meminta kepada para pedagang yang menjual bahan pangan daging sapi glonggongan, mi pentil dan kerupuk warna merah untuk menarik produknya. Barang tersebut tidak boleh dijual ke masyarakat karena melanggar ketentuan aturan yang berlaku. Selain itu juga membahayakan konsumen apabila dikonsumsi.

Pedagang juga telah mendapatkan peringatan keras atas produk bahan pokok pangan yang tidak sesuai ketentuan. Apabila kembali melakukan kesalahan serupa maka petugas akan memberikan sanksi lebih tegas lagi.

Selain di pasar tradisional sidak juga dilakukan petugas Dinas Perdagangan, Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Sukoharjo ke pusat perbelanjaan modern. Hasilnya ditemukan sejumlah produk pangan juga melanggar aturan perdagangan. Seperti tiga kaleng susu kental manis, satu kaleng sarden kemasan penyok.

Produk makanan kaleng tersebut sudah diminta petugas kepada para pengelola pusat perbelanjaan modern untuk dilakukan penarikan. Barang yang dipajang di etalase dan dijual pada konsumen harus dipastikan kelayakannya baik kemasan maupun aturan peredarannya.

"Sementara belum ditemukan produk bahan pokok pangan kadaluarsa. Tapi ada temuan produk pangan kaleng penyok, daging sapi glonggongan, mi dan kerupuk mengandung bahan kimia berbahaya," ujar Sutarmo.

Dinas Perdagangan, Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Sukoharjo terus melakukam pemantauan dengan menerjunkan petugasnya menjelang Lebaran. Sasarannya kali ini ditambah dengan parsel dimana banyak pusat perbelanjaan modern memperdagangkannya.

"Parsel juga masuk pengawasan kami dan masyarakat kami minta selektif saat membeli. Cek barang dan teliti tanggal kadaluarsa," lanjutnya.

Pengelola pusat perbelanjaan modern juga sudah diminta petugas untuk memperdagangkan parsel sesuai ketentuan yang berlaku. Salah satunya dengan menjual barang layak konsumsi.

"Kalau memang pembeli ragu maka berhak menanyakannya pada penjual. Termasuk produk parsel dimana sudah dibungkus kemasan plastik. Bisa saja ditanyakan tentang tanggal kadaluarsa," lanjutnya. (Mam)

BERITA REKOMENDASI