Dampak Kemarau, Petani Sawah Tadah Hujan Mulai Kekurangan Air

SUKOHARJO, KRJOGJA.com – Sawah tadah hujan disejumlah wilayah di Sukoharjo mulai kekeringan terdampak musim kemarau. Kondisi tersebut membuat petani terpaksa mencari sumber air lain dari sumur pantek untuk memenuhi kebutuhan tanaman padi. Sedangkan petani lain dengan kondisi kekurangan air seperti sekarang menanam tanaman non padi memilih jagung, tebu, tembakau hingga buah seperti melon dan semangka.

Petani sawah tadah hujan di Desa Baki Pandeyan, Kecamatan Baki, Witono, Rabu (2/9/2020), mengatakan, sawah miliknya mulai kekurangan air untuk memenuhi kebutuhan tanaman padi sejak pertengahan Agustus lalu hingga sekarang. Kondisi cuaca panas dan tidak ada lagi hujan menyebabkan tanaman padi rawan mati akinat kekeringan. Ancaman kerusakan tanaman padi juga datang akibat serangan hama wereng.

Kekeringan dampak musim kemarau membuat Witono terpaksa mencari sumber air dari sumur pantek. Air diambil saat malam hari dengan cara disedot menggunakan mesin diesel hingga pagi hari. Pengambilan air dilakukan dua kali dalam satu pekan untuk memenuhi kebutuhan mengairi sawah seluas 2.500 meter persegi.

“Kondisi sudah kering dan sawah kekurangan air. Jadi terpaksa ambil air dari sumur pantek agar tanaman padi tidak mati,” ujarnya.

BERITA REKOMENDASI