Dampak Korona, Permohonan Paspor di Kantor Imigrasi Surakarta Turun Drastis

Editor: KRjogja/Gus

KLATEN, KRJOGJA.com – Akibat munculnya virus Korona, permohonan pembuatan paspor di Kantor Imigrasi kelas I TPI Surakarta turun drastis, hingga sekitar 85 persen.

Kepala Kantor Imigrasi kelas I TPI Surakarta, Said Ismail di sela rapat tim pengawasan orang asing (Timpora) di Klaten Kamis (12/3/2020) mengemukakan, dampak munculnya virus korona tersebut sangat signifikan. Untuk pemberian paspor di imigrasi Surakarta yang sebelumnya berkisar 350 kini tinggal sekitar 40 hingga 50 paspor.

“Dampak cukup besar, dalam pemberian paspor turun penurunan sangat signifikan. Kami ada dua kantor, di Sukoharjo yang biasanya melayani 150 dan di Colomadu 200 sekarang tinggal dibawah 50 saja, “Kata Kepala Kantor Imigrasi kelas I TPI Surakarta, Said Ismail.

Lebih lanjut Said Ismail mengemukakan, dengan adanya kebijakan pemerintah Arab Saudi menutup, tidak boleh ibadah umroh sangat berpengaruh pada pelayanan di kantor imigrasi. Untuk ibadah haji, juga belum ada kepastian dari pemerintah Arab Saudi kapan akan dibuka lagi.

Terkait pengawasan orang asing, Said Ismail mengatakan memang kantor imigrasi sebagai leading sector, tetapi tanpa bantuan timpora maka pengawasan itu sangat sulit dilakukan. “Saya sudah sampaikan tadi pada rapat, bahwa tugas dan tanggungjawab orang asing tidak harus semuanya pada imigasi. Tanpa informasi dan kolaborasi dengan timpora ini, kami sangat sulit mendeteksi orang asing tersebut,” jelas Said Ismail sambil menambahkan jumlah orang asing yang berada di Kabupaten Klaten saat ini sebanyak 53 orang.

Kantor Imigrasi juga menerapkan filter ketat terhadap orang asing yang akan masuk ke Indonesia. “Dalam hal ini ada negara – negara tertentu seperti telah diatur Permenkumham no.7 tahun 2020 tentang pemberian visa dan ijin tinggal terkait pencegahan masuknya virus korona. Ada RRC, Italy, Iran, Korea Selatan. Untuk penerbangan ke sana kita tutup sejak Pebruari. Di Solo tidak melayani penerbangan ke luar negeri, mudah-mudahan daerah Solo raya steril dari virus korona,” tambah Said Ismail. (Sit)

 

BERITA REKOMENDASI