Dampak Pandemi, Sopir Bus Banting Setir Buka Warung

Editor: KRjogja/Gus

BOYOLALI, KRJOGJA.com – Dampak pandemi Coronavirus Disease atau Covid-19 telah berimbas ke segala jenis usaha,dampak yang paling parah dialami pekerja swasta.Banyak orang yang banting setir membuka usaha warung,kendati dalam kondisi serba sulit mereka tidak mau berpangku tangan. Mereka banting setir dan putar otak agar tetap bertahan selama masa pandemi ini.

Kondisi itu membuat Yoko (45) salah satu sopir bus pariwisata rela banting setir membuka warung gulai kepala ikan manyung yang berada di Dukuh Ngaran Rt 007 Rw 003, Desa Randusari,Kecamatan Teras, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, itu dinilai justru lebih menjanjikan dibanding pekerjaan sebelumnya di tengah pandemi.

Usaha warung yang digelutinya buka mulai pagi pukul 08.00 WIB hingga pukul 21.00 WIB,bagi pecinta kuliner sensasi pedas seporsi gulai kepala manyung sepaket dengan nasi dan minum dihargai Rp 40.000.Dari sisi harga sepaket relatif terjangkau seluruh kalangan masyarakat.

Kelezatannya merupakan paduan antara kuah gulai yang terbuat dari santan dan bumbu rempah seperti kunyit,kencur,daun salam,daun jeruk,jahe dan lain sebagainya.Siraman kuah panas dengan potongan jabe dan tomat segar hiasi diatas gulai kepala ikan manyung.

Rasanya yang lezat membuat menu ini menjadi incaran penghoby kuliner,dalam sehari warung makan ini bisa menjual 150 porsi.Seporsi gulai kepala manyung sepaket dengan nasi dan minum dihargai Rp 40.000.

BERITA REKOMENDASI