Data KPM Penerima BPNT Wajib Dipantau

SUKOHARJO, KRJOGJA.com – Data Keluarga Penerima Manfaat (KPM) sebagai penerima Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) dalam program Elektronik Warung Gotong Royong (E-Warong) tahun 2019 terus dipantau setiap hari. Sebab data selalu dinamis mengalami perubahan. 

Apabila tidak dipantau dikhawatirkan ada warga tercecer gagal masuk sebagai penerima bantuan. Pemantauan dilakukan oleh Dinas Sosial (Dinsos) dengan melibatkan pemerintah kecamatan, desa, kelurahan dan masyarakat.

Kabid Bantuan dan Jaminan Sosial Dinsos Sukoharjo Sukimin, Kamis (18/7) mengatakan, data KPM sangat penting bagi pemerintah dalam penyaluran bantuan BPNT melalui E-Warong setiap bulan. Karena itu data selalu dipantau setiap hari oleh Dinsos Sukoharjo dengan melibatkan semua unsur terkait. 

"Setiap perubahan data maka wajib dilaporkan dari tingkat bawah mulai RT/RW kemudian diteruskan ke desa dan kelurahan baru disampaikan ke kecamatan. Tahap terakhir harus disetorkan ke Dinsos Sukoharjo untuk mendapatkan persetujuan sebelum diteruskan ke pusat."

Sukimin menjelaskan perubahan data seperti terlihat pada warga penerima BPNT Januari 2019 lalu sebanyak  36.353 KPM. Sedangkan Juli 2019 berubah menjadi 38.152 KPM. Perubahan data kemungkinan masih akan terjadi pada penerima bantuan pada Agustus 2019 mendatang.

"Data KPM penerima BPNT selalu dinamis. Artinya ada pergerakan perubahan setiap hari. Jadi wajib dipantau karena bantuan diserahkan setiap bulan. Pemantauan kami lakukan dengan melibatkan petugas dari paling bawah RT/RW, desa, kelurahan dan kecamatan. Termasuk juga warga masyarakat harus aktif melaporkan perubahan data," ujarnya.

Pemantauan dari Dinsos Sukoharjo diketahui sejak Januari – Juni 2019 semua KPM sudah mengambil BPNT. Artinya tidak ada bantuan belum terambil oleh warga penerima. Sedangkan untuk BPNT Juli 2019 sesuai jadwal akan disalurkan mulai 18 – 20 Juli di masing masing E-Warong yang telah ditunjuk. (Mam)

BERITA REKOMENDASI