Debat Publik Pilkada Klaten, Cawabup Lebih Pasif

Editor: Ivan Aditya

KLATEN, KRJOGJA.com – Tiga pasangan calon (paslon) bupati dan calon wakil bupati Klaten pada Pilkada 2020 menawarkan program unggulan masing-masing, dalam debat sesi pertama yang digelar di Al Hakim Convention Hall, Kelurahan Gayamprit, Klaten Selatan, Jumat (20/11/2020) malam. Debat diikuti Paslon nomor urut 1, Sri Mulyani-Yoga Hardaya (Mulyo), paslon nomor urut 2, One Krisnata-Muhammad Fajri (ORI) dan paslon nomor urut 3, Arif Budiyono-Harjanta (ABY-HJT).

Debat sesi pertama mengusung tema Pengembangan Layanan Publik dan Kesejahteraan Masyarakat. Sub pokok bahasan mencakup bidang pendidikan, hukum dan perlindungan masyarakat, budaya dan pariwisata, kesehatan, pelayanan publik, dan perekonomian., serta kebijakan dan strategi penanganan, pencegahan, dan pengendalian Covid-19.

Debat publik kali ini terlihat lebih sepi, tanpa dihadiri pendukung paslon, karena masa pandemi. Selama debat berlangsung, suasana datar tanpa riuh tepuk tangan. Selain itu, debat juga didominasi oleh para calon bupati, sedangkan para wakil nampak lebih pasif. Bahkan saat waktu tersisa dan ditawarkan oleh moderator, para calon wakil juga jarang mengambil kesempatan untuk bicara.

Calon bupati nomor urut 1, Sri Mulyani, berjanji akan meningkatkan tata kelola pemerintahan yang baik, dan anti korupsi. Diantaranya akan melakukan lelang jabaran secara transparan dan adil. Selain itu, dalam hal meningkatkan kesehatan masyarakat. Sri Mulyani akan lebih mengoptimalkan dan mengembangkan program matur dokter yang kini sudah ada.

Calon bupati nomor urut 2, One Krisnata, menyebut sejak tahun 2017 Klaten pada posisi paling miskin di wilayah Solo Raya. Untuk memajukan Klaten, ia menawarkan program bottom up, dengan mengoptimalkan partisipasi masyarakat. Sumberdaya manusia di pedesaan akan dirangkul untuk berpearn serta membangun Klaten.

Calon bupati nomor urut 3, Arif Budiyono, secara singkat menyampaikan visinya, Klaten maju dengan kolaborasi dan inovasi. Ia akan membangun Klaten dengan tata kelola profesional, dan pengembangan dari desa-desa pinggiran.

Kendati pengunjung terbatas, tanpa pengerahan massa pendukung, acara debat tetap dengan pengamanan ketat. Dipimpin langsung Kapolres Klaten AKBP Edy Suranta Sitepu dan Dandim Klaten Letkol. Inf. Joni Eko Prasetyo. Jalan di simpang empat Stadion Trikoyo menuju lokasi ditutup dan dijaga ketat oleh aparat. (Sit)

BERITA REKOMENDASI