Densus 88 Tangkap Lima Terduga Teroris di Sukoharjo

Editor: Ivan Aditya

SUKOHARJO, KRJOGJA.com – Densus 88 Antiteror Mabes Polri melakukan penggeledahan rumah yang ditempati dua terduga teroris di wilayah Dukuh Waringinrejo Desa Cemani Kecamatan Grogol, Rabu (16/10/2019). Penggeledahan digelar di Jalan Murai RT.02/RW.22 rumah yang ditempati terduga teroris AS. Selain itu di rumah di Jalan Manggis RT.04/R.21 dan rumah di Dukuh Badran RT.01/RW.03 Desa Laban Kecamatan Mojolaban ditempati terduga teroris KH.

Proses penggeledahan rumah berlangsung tertutup dengan pengamanan ketat aparat keamanan. Petugas menggeledah semua ruangan di dalam rumah dan menemukan sejumlah barang bukti. Kejadian tersebut menjadi tontonan warga sekitar karena penasaran dengan kabar adanya penangkapan terduga teroris.

Ketua RT.02/RW 22 Dukuh Waringinrejo, Tri Kasyanto mengaku diminta petugas untuk ikut mendampingi melakukan penggeledahan rumah yang ditempati terduga teroris AS. Warga lingkungan sekitar mengetahui jika AS hanya tinggal menumpang di rumah temannya Danang Winarko sekitar satu atau dua bulan ini.

AS diketahui berasal dari Kauman Kota Solo sesuai data yang dikumpulkan ke pengurus RT. Warga dan pengurus RT sama sekali tidak mengetahui kegiatan dan aktifitas AS. Termasuk juga soal penangkapan yang dilakukan Densus 88 terhadap AS.

"Soal kabar penangkapan saya tidak tahu. Tapi informasinya katanya dilakukan petugas menangkap AS di wilayah Kota Solo. AS di rumah sini di Waringinrejo, Cemani hanya menumpang saja," ujarnya.

Selama proses penggeledahan di rumah yang ditempati terduga AS petugas hanya menemukan sejumlah buku agama. Buku tersebut kemudian dibawa oleh petugas sebagai barang bukti.

Densus 88 juga melakukan penggeledahan rumah yang ditempati terduga teroris KH di RT.04/RW.21 Waringinrejo, Cemani, Grogol. Lokasinya tempat tinggal tersebut terletak tidak jauh dari rumah yang dipakai terduga teroris AS. Di rumah KH petugas menemukan barang bukti sejumlah lembaran pamflet terkait jihad ke Irak dan Suriah.

Kerabat terduga teroris KH, Waliman mengatakan, bahwa KH memang tinggal di rumahnya karena tidak memiliki tempat tinggal sendiri. Selain itu KH juga diketahui tidak memiliki uang.

"Saya kaget katanya KH ditangkap polisi. Saya sendiri yang menampung KH tinggal di rumah sini sama isterinya karena memang tidak punya tempat tinggal sendiri," ujarnya.

Kabag Ops Polres Sukoharjo, Kompol Teguh Prasetyo mengatakan, Polres Sukoharjo membantu pengamanan lokasi penggeledahan rumah yang ditempati terduga teroris oleh Densus 88. Pengamanan sudah dilakukan sejak Selasa dan Rabu (15-16/10/2019). Selain itu Densus 88 juga direncanakan melakukan penggeledahan rumah di wilayah Desa Laban, Kecamatan Mojolaban. (Mam)

BERITA REKOMENDASI