Densus 88 Tangkap Tiga Terduga Teroris di Mayang dan Purbayan

SUKOHARJO, KRJOGJA.com – Densus 88 Antiteror Mabes Polri melakukan penangkapan terhadap tiga orang terduga teroris di wilayah Desa Mayang, Kecamatan Gatak dan Desa Purbayan, Kecamatan Baki, Sukoharjo, Selasa (15/10).  Aparat keamanan juga melakukan penggeledahan rumah kontrakan yang ditempati terduga teroris dan mengamankan sejumlah barang bukti salah satunya berupa proyektil peluru. Belum diketahui pasti mereka terlibat dalam jaringan teroris mana.

Ketiga terduga teroris yang ditangkap dan digeledah tempat tinggalnya oleh Densus 88 yakni, AK penghuni rumah kos di Dukuh Serongan RT 01 RW 02 Desa Mayang, Kecamatan Gatak, S tinggal di Dukuh Ngemplak RT 01 RW 05 Desa Mayang, Kecamatan Gatak dan J di gang buntu Dusun Tegal Rejo RT 02 RW 05 Desa Purbayan, Kecamatan Baki.

Penangkapan dilakukan langsung oleh Densus 88 terhadap ketiga terduga teroris. Hal ini membuat warga masyarakat yang tinggal dekat dengan ketiga terduga teroris kaget. Mereka bahkan berkerumun disekitar tempat tinggal para terduga teroris saat petugas melakukan penggeledahan.

Ketua RT 01 RW 02 Dukuh Serongan Desa Mayang, Kecamatan Gatak Sri Widodo mengatakan, AK telah ditangkap oleh petugas Densus 88 pada Selasa (15/10) pagi. Sedangkan penggeledahan rumah kos yang ditempati AK baru digelar sore harinya.

Sri Widodo mengaku diminta oleh aparat keamanan untuk ikut serta menyaksikan proses penggeledahan tempat tinggal AK. Petugas menggeledah setiap sisi rumah dan tidak ada barang bukti yang dibawa.

AK diketahui oleh pengurus RT tinggal di rumah kos bersama isteri dan tiga orang anaknya. Keseharian AK merupakan pedagang es jeruk. "AK baru kos atau kontrak rumah sekitar dua bulan ini. Jadi belum lama tinggal di lingkungan sini. Tahu tahu ada penangkapan dan penggeledahan dikaitkan teroris jelas membuat kaget warga," ujarnya.

Selama tinggal AK belum memberikan salinan kartu identitas kepada pihak pengurus RT. Hal inilah yang membuat warga khususnya pengurus RT. "Kami tidak mengetahui pasti identitas pelaku karena belum menerima salinan kartu identitas," lanjutnya.

Pemilik rumah kos atau kontrakan Suparmi mengatakan, sudah mendapat salinan kartu keluarga (KK) dan fotokopi KTP AK. Salinan tersebut diterima saat AK mengajukan akan mengontrak rumah. "Dulu saat mau tinggal disini AK mengaku berasal dari Brebes, Jawa Tengah dan isterinya dari Bekasi, Jawa Barat. Selama mengontrak rumah katanya mau kerja jualan es jeruk," ujarnya.

Kapolsek Gatak AKP Yulianto mengatakan, jajaran Polsek Gatak hanya membantu melakukan penjagaan pengamanan baik dilokasi maupun lingkungan sekitar tempat tinggal terduga teroris. Hal ini dilakukan untuk memberi kesempatan petugas Densus 88 melakukan penggeledahan rumah. (Mam)

BERITA REKOMENDASI