Derita Tukang Tambal Ban Berulang Kali Tertunda Berangkat Haji

Editor: KRjogja/Gus

BOYOLALI – Ibadah haji merupakan salah satu rukun islam dan sebuah kewajiban bagi umat muslim yang mampu. Setiap tahunnya jamaah haji dari seluruh penjuru dunia beribadah haji. Namun, adanya pandemi Covid-19 menyebabkan Pemerintah Arab Saudi menutup penyelenggaraan ibadah haji sejak tahun lalu.

Menurut informasi yang ada, Arab Saudi sebenarnya sudah membuka penyelenggaraan ibadah haji pada tahun ini, namun hanya diperuntukkan 11 negara dan Indonesia tidak termasuk di dalamnya. Oleh karena itu, Pemerintah Republik Indonesia melalui Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas mengumumkan secara resmi pada Kamis (3/6/2021), bahwa Indonesia tidak akan memberangkatkan ibadah haji 1442 H/2021 M.

Salah satu jamaah calon haji dari Indonesia yang kembali batal berhaji tahun ini adalah Anantono Anak Ragil. Pria 59 tahun yang tinggal di Dukuh Kembangsari, Desa Nepen, Kecamatan Teras, Kabupaten Boyolali berprofesi sebagai tukang tambal ban. Anantono mengaku sudah mendaftar haji pada tahun 2010, dengan biaya pada saat itu masih sebesar Rp 25.500.000 melalui Bank Mandiri Syariah.

“Informasi berangkat dari Kemenag Kabupaten itu enam tahun mundur, jadi 2010 daftar kira-kira tahun 2016 berangkat. Tapi ternyata mundur lagi, mundur lagi, akhirnya saya pasrah. Ternyata 2019 itu baru mendengar kabar akan diberangkatkan tahun 2020,” terang Anantono,Selasa (8/6/2021).

Sempat merasa tenang dan telah mempersiapkan segala sesuatu termasuk menjalani manasik haji, ternyata keberangkatan ibadah hajinya harus tertunda lagi akibat adanya pandemi Covid-19. Setelah bersabar satu tahun dan berharap tahun ini dapat berangkat haji, ternyata keinginan Anantono itu harus kembali terpupus karena pemerintah mengumumkan bahwa ibadah haji tahun ini kembali ditunda.

“Saya hanya menerima dengan qana’ah saja, saya hanya pasrahkan kepada Allah saja. Ya mudah-mudahan sekalipun tahun ini dipending lagi, sekalipun umur sudah tidak ada, insyaAllah niatan saya sudah dicatat oleh Allah sebagai haji yang mabrur tanpa ada ritual ibadah haji,” ungkapnya.

BERITA REKOMENDASI