Derita Tukang Tambal Ban Berulang Kali Tertunda Berangkat Haji

Editor: Agus Sigit

Terpisah, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Boyolali, Fahrudin menjelaskan, bahwa jumlah calon jamaah haji Kabupaten Boyolali yang tertunda keberangkatannya pada 2021 ini ada 735 orang. Dari jumlah tersebut, ada tiga orang yang batal karena meninggal dunia, kemudian ada pelimpahan oleh mahram sebanyak tujuh orang, selanjutnya ada yang mundur karena faktor ekonomi sebanyak dua orang. Sehingga secara keseluruhan, ada 12 orang yang batal berangkat.

“Untuk yang meninggal uangnya diambil, untuk yang pelimpahan diganti oleh mahramnya, kemudian yang ekonomi mundur total ini dia diambil, sudah tidak ada lagi di siskohat (sistem komputerisasi haji terpadu) lagi dia,” terang Fahrudin.

Mengenai prosedur pengambilan uang, Fahrudin mengatakan bahwa bagi jamaah calon haji harus mengajukan surat permohonan yang akan disampaikan ke kantor wilayah (Kanwil) kemudian dilanjutkan ke pusat. Ditambahkan, jika nanti uang yang diambil adalah uang pelunasan, maka jamaah calon haji masih berkesempatan untuk berada di siskohat dan kedepan bisa melunasi lagi. Namun jika yang diambil adalah uang muka pendaftaran, maka dianggap mundur sebagai jamaah calon haji. Pihaknya mengimbau seluruh calon jamaah haji di Kabupaten Boyolali untuk bersabar.

“Saya hanya berharap kepada jamaah calon haji di Kabupaten Boyolali untuk bersabar, dan saya berharap tidak terlalu mengkonsumsi berita-berita hoaks. Konsumsilah berita dari pemerintah,” tandasnya. (M-2/Sit)

 

BERITA REKOMENDASI