Di Klaten, 738 Hektar Lahan Padi Rusak Akibat Banjir

Editor: KRjogja/Gus

KLATEN, KRJOGJA.com – Sekitar 738 hektar lahan padi rusak akibat banjir yang melanda sejumlah wilayah Kabupaten Klaten beberapa hari lalu. Dari total lahan yang tergenang tersebut, sebanyak 32,75 hektar mengalami puso atau gagal panen.

Kepala Dinas Pertanian Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Klaten , Widiyanti kepada wartawan Senin (11/3)mengemukakan, tanaman padi yang puso tersebar di Kecamatan wedi seluas 21,5 hektar, Kecamatan Cawas 0,25 hektar, dan Kecamatan Gantiwarno seluas 11 hektar.

Kepala BPBD Klaten Dodhy Hermanu mengemukakan, dalam beberapa hari terakhiri scara marathon dilakukan gotong royong untuk memperbaiki sejumlah tanggul jebol akibat diterjang banjir.

Banyak elemen yang turun langsung bergotong royong, baik masyarakat secara umum, petani, organisai, anggota TNI, Polri dan berbagai elemen lain. Hal itu menunjukkan tingkat kegotongroyongan masyarakat Klaten semakin tinggi.

Perbaikan tanggul antara lain dilakukan di Karangasem Cawas, dengan mengerahkan alat berat. Alat berat juga dioperasikan di wilayah Japanan. Untuk penanganan darirat dengan menggunakan ribuan karung yang diisi dengan tanah, guna memperbaiki dan memperkuat tanggul-tanggul yang rusak tersebut.

Lebih lanjut dijelaskan Dodhy Hermanu, beberapa titik lokasi gotong royong antara lain di Sungai Gamping, Karangasem Kecamatan Cawas. Warga menggunakan tiang-tiang bambu sebagai pancang dengan timbunan lebih dari 5 ribu karung berisi tanah, untuk menutup tanggul yang jebol tersebut. “Sekitar 5.000 karung bantuan dari Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo, dan juga satu alat berat dioperasikan di Karangasem,” kata Dodhy Hermanu.

Selanjutnya, utuk penutupan tanggul jebol di Sungai Dengekeng wilayah Japanan juga menggunakan sekitar 5.000 karung beriri tanah, serta dibantu satu unit alat berat.

Penangann tanggul jebol juga dilakukan di Sungai Slegrengan wilayah Kecamatan Gantiwarno, menggunakan sekitar 1.000 karung dari BPBD Klaten. (Sit)

BERITA REKOMENDASI