Dianggap Merugikan Buruh, FPB Sukoharjo Tolak Omnibus Law

SUKOHARJO, KRJOGJA.com – Forum Peduli Buruh (FPB) Sukoharjo menolak Omnibus Law RUU Cipta Kerja dan meminta DPR RI menghentikan pembahasan. Sikap tegas tersebut diambil mengingat Omnibus Law RUU Cipta Kerja sangat merugikan buruh.

Ketua FPB Sukoharjo Sukarno, Rabu (26/8/2020), mengatakan, FPB Sukoharjo melihat keberadaan Omnibus Law RUU Cipta Kerja sangat menyakiti nurani buruh dan rakyat Indonesia. Sebab Omnibus Law RUU Cipta Kerja tidak memihak buruh dan justru akan semakin menambah lemah. Karena itu, FPB Sukoharjo menolak keras keberadaanya dan meminta pada DPR RI untuk segera menghentikan pembahasannya.

Bentuk penolakan FPB Sukoharjo terhadap Omnibus Law RUU Cipta Kerja diwujudkan dalam bentuk lima pernyataan sikap. Diharapkan pemerintah pusat sebagai pengambil kebijakan bisa merealisasikan tuntutan buruh Sukoharjo.

Pernyataan sikap FPB Sukoharjo tersebut yakni, Omnibus Law RUU Cipta Kerja hanya akan melegalisasi gaya perbudakan baru, Omnibus Law RUU Cipta Kerja hanya akan memberi karpet merah untuk para kapitalis dan pemilik modal, praktek outsourcing dan tenaga kerja kontrak semakin bebas disemua sektor usaha.

BERITA REKOMENDASI