Dianggarkan Rp 50 M untuk Revitalisasi Rawa Jombor Tahap Dua

KLATEN (KRJOGJA.com) – Pemindahan pedagang kaki lima (PKL) dan pedagang warung apung di kawasan wisata Rawa Jombor perlu dilakukan dengan cara yang humanis namun tegas.

Bupati Klaten Hj. Sri Mulyani Jumat (28/5/21) menegaskan hal itu terkait akan dimulainya revitalisasi tahap kedua kawasan Rawa Jombor di Desa Krakitan, Kecamatan Bayat, Klaten.“Saat kawasan rawa nanti akan dibangun, saya berharap PKL dan pedagang warung apung pindah dengan suka rela, hindari kekerasan. Kita tetap pendekatan humanis tapi ada sisi ketegasannya,” kata Bupati.

Hal itu dikemukakan, Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo (BBWSBS) Agus Rudyanto usai melaksanakan rapat bersama Forkopimda Kabupaten Klaten dan dinas terakait di Ruang Rapat B2 Setda Kabupaten Klaten, pekan lalu mengemukakan, proyek revitalisasi tahap kedua kawasan obyek wisata Rawa Jombor seluas 198 hektar di Desa Krakitan, Kecamatan Bayat, Kabupaten Klaten dianggarkan sebesar Rp 50 milyar melalui APBN.

BERITA REKOMENDASI