Dikonsep Tanpa Lintasan Atletik, Boyolali Bangun Stadion Berstandar FIFA

BOYOLALI, KRJOGJA.com – Boyolali akan mempunyai stadion baru berstandar FIFA, yakni Stadion Kebo Giro yang dibangun di Desa Paras, Kecamatan Cepogo. Direncanakan, proses pembangunan stadion akan kelar pada tahun depan.

Stadion yang dibangun di lahan seluas 15 hektare tersebut dibangun untuk menggantikan Stadion Pandan Arang yang selama ini menjadi markas Persebi Boyolali atau kegiatan sepak bola di Boyolali. Dikonsep khusus untuk sepak bola, stadion dibangun berkonsep modern, diantaranya dibangun tanpa lintasan atletik seperti umumnya stadion lain di Indonesia, sehingga jarak tribun penonton lebih dekat dengan lapangan. 

Harapan pembangunan stadion berkonsep modern tersebut, tentu saja untuk meningkatkan gairah dan prestasi olag raga, khususnya sepak bola di Boyolali. 

"Stadion Kebo Giro dibangun dengan anggaran Rp 22 miliar, yakni masing-masing Rp11 miliar di tahun anggaran 2019 dan 2020, termasuk untuk penataan kawasan di sekitar stadion," kata Kepala Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Boyolali, Susilo Hartono. 

Stadion yang diinisiasi Bupati Boyolali, Seno Samodro tersebut, lanjutnya, dibangun dengan kapasitas 12 ribu penonton yang terbagi dalam tiga tribun, yakni tribun ekonomi I berkapasitas 6 ribu penonton, dan tribun ekonomi kelas II dan VIP masing-masing berkapasitas 3 ribu penonton. dibangun di dataran tinggi, yakni di lereng Merapi, stadion tersebut akan menawarkan pemandangan alam pegunungan. 

Karena dikonsep sesuai stadion berstandar FIFA, Stadion Kebo Giro nantinya akan mempunya fasilitas yang memadai. Diantaranya fasilitas pemandian air panas indoor, ruang ganti indoor, hingga ruang pemanasan indoor. Lapangan hijau juga didesain sesuai standar stadion modern, terutama sistem drainase untuk meminimalisir genangan air saat hujan. Untuk rumput lapangan, dipilih jenis Zoysia Matrella, jenis rumput lapangan berstandar FIFA yang juga dipakai di Stadion Gelora Utama Bung Karno (GBK). 

"Stadion Kebo Giro menggunakan rumput jenis Zoysia Matrella. Bagus dipakai dibandingkan dengan stadion lain sehingga kita bisa bersaing terkait dengan tingkat kualitas rumput lapangan," jelas Susilo. (Gal)

BERITA REKOMENDASI