Dilombakan, 508 Tikus Kena Gropyok Petani Sukoharjo

SUKOHARJO,KRJOGJA.com –  Perang terhadap serangan hama tikus masih terus dilakukan oleh petani disejumlah wilayah di Kabupaten Sukoharjo. Seperti dilakukan Pemerintah Kecamatan Sukoharjo dengan menggelar cara unik lomba gropyokan tikus di hamparan sawah di wilayah Kelurahan Banmati.

Kegiatan tersebut diikuti ratusan peserta baik petani dan masyarakat umum. Satu ekor tikus yang berhasil ditangkap dihargai Rp 1.000. Total dalam kegiatan tersebut berhasil ditangkap 508 ekor tikus.

Plt Camat Sukoharjo Havid Danang PW, Minggu (19/1) mengatakan, kondisi sekarang muncul banyak keluhan dari petani karena serangan hama tikus semakin ganas. Padahal petani sekarang sedang melakukan tanam padi mengingat kebutuhan air sudah terpenuhi dari hujan.  Hama tikus membuat petani resah karena merusak tanaman padi. Berbagai cara pemusnahan dilakukan agar serangan hama tikus hilang. Kegiatan dalam skala lebih besar dan unik digelar Pemerintah Kecamatan Sukoharjo berupa lomba gropyokan tikus.

Lomba gropyokan tikus digelar di hamparan sawah di Kampung Tambaksegaran RT 03/04, Kelurahan Banmati, Kecamatan Sukoharjo. Lokasi dipilih karena memiliki areal luas dan banyak ditemukan serangan hama tikus.

Pemerintah Kecamatan Sukoharjo memberikan hadiah bagi peserta gropyokan tikus. Hal ini menarik minat petani dan masyarakat umum lainnya untuk ikut serta dalam lomba. Pasalnya, gropyokan tikus tersebut dilombakan dimana tiap satu ekor tikus yang tertangkap dihargai Rp1.000.

Piala bagi pemenang lomba gropyokan tikus juga disediakan Pemerintah Kecamatan Sukoharjo. Piala diberikan untuk peserta individu atau kelompok yang berhasil menangkap tikus paling banyak. Dengan adanya hadiah tersebut diharapkan memotivasi petani dan warga untuk membasmi tikus melalui kegiatan gropyokan

"Petani disaat awal musim tanam padi sekarang sangat resah karena serangan hama tikus. Karena itu perlu dilakukan pemusnahan salah satunya seperti kami selenggarakan dengan kegiatan lomba gropyokan tikus," ujarnya.
Lomba gropyokan tikus dengan disertai hadiah dan piala diharapkan dapat menarik minat banyak peserta. Selain itu juga memusnahkan banyak tikus yang membuat resah petani. 

"Banyaknya tikus yang mati diharapkan bisa mengurangi keresahan petani dan tidak lagi merusak tanaman padi," lanjutnya.

Dikatakan Havid, pemberian hadiah tersebut hanya untuk memotivasi petani dan warga pada umumnya untuk ikut berpartisipasi dalam berburu tikus yang merugikan petani tersebut. Menurutnya, kegiatan lomba berburu tikus tersebut ternyata mendapat animo yang positif dari masyarakat.

"Total ada sekitar 508 ekor tikus ditangkap dalam kegiatan ini. Kami juga menekankan agar tikus yang tertangkap ditangani dengan baik agar tidak menimbulkan penyakit," lanjutnya.
Pemerintah Kecamatan Sukoharjo berharap kedepan gropyokan tikus terus dilakukan oleh petani dan masyarakat. Sebab dengan cara seperti ini dianggap lebih efektif memusnahkan tikus dalam jumlah banyak.(Mam)

BERITA REKOMENDASI