Dinas Kesehatan Sukoharjo Waspadai Rabies

Editor: Ivan Aditya

SUKOHARJO, KRJOGJA.com – Kasus gigitan anjing pada manusia di Sukoharjo cukup banyak. Hal itu membuat Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Sukoharjo mewaspadai terjadinya penyebaran rabies. Petugas dan vaksin disiapkan untuk memberikan penanganan pada para korban.

Plt Kepala DKK Sukoharjo Yunia Wahdiyati, Jumat (2/8) mengatakan, data dalam dua tahun terakhir menunjukan angka kasus gigitan anjing pada manusia cukup tinggi. Pada tahun 2018 lalu ada sebanyak 19 kasus, sedangkan sejak Januri hingga Juli tahun 2019 sudah ada 16 kasus. Khusus tahun 2019 jumlah kasus gigitan anjing kemungkinan masih bisa berubah karena masih ada waktu hingga Desember mendatang. Kasus gigitan anjing tersebut semuanya sudah ditangani petugas.

DKK Sukoharjo dalam penanganannya langsung bergerak cepat memberikan pertolongan pada korban. Namun tidak semua yang terkena gigitan anjing mendapatkan vaksin. Tercatat hanya ada satu korban yang mendapatkan vaksin. “Di Sukoharjo belum ada temuan kasus rabies karena semua kasus gigitan anjing pada manusia sudah tertangani,” ujarnya.

Diketahuinya ada kasus gigitan anjing pada manusia setelah korban atau warga meminta pertolongan medis di Puskesms. Petugas kemudian mencatat dan melaporkannya ke DKK Sukoharjo. Setelah ada temuan kasus petugas juga mengintensifkan pemantauan lapangan.

Hal itu dilakukan dengan tujuan sebagai bentuk kewaspadaan terhadap penularan rabies. Sebab penyakit tersebut dianggap berbahaya apabila tidak segera ditangani secara medis.

“DKK Sukoharjo fokus pada penanganan medisnya agar jangan sampai kasus rabies terjadi di Sukoharjo. Petugas sudah kami intensifkan memantau sekaligus memberikan sosialisasi ke masyarakat sebagai bentuk pencegahan,” lanjutnya.

Materi sosialisasi yang diberikan yakni berkaitan dengan pemeliharaan anjing. Selain itu juga menyangkut pemberian pemahaman ke masyarakat bahwa daging anjing bukan untuk dikonsumsi manusia. Pemahaman itu penting mengingat di Sukoharjo cukup banyak warung makan yang menyajikan menu makanan olahan daging anjing.

“Dari sisi petugas dan vaksin sudah disiapkan DKK Sukoharjo. Namun hal itu belum cukup sebagai pencegahan juga harus melibatkan masyarakat,” lanjutnya. (Mam)

BERITA REKOMENDASI