Dipanggil Polisi, Kades Ponggok Mangkir

KLATEN, KRJOGJA.com – Dipanggil polisi, Senin (12/8) siang, Kepala Desa Ponggok, Kecamatan Polanharjo, Klaten , Junaedi Mulyono, mangkir. Yang bersangkutan semula akan dimintai keterangan terkait dugaan penyelewengan dana Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Tirta Mandiri, Ponggok.

“Penyidik sudah melakukan pemanggilan pada Kades Ponggok  atas nama Pak Junaedi Mulyonol, tetapi yang bersangkutan tidak hadir. Katanya ada urusan yang tidak bisa ditinggalkan,” kata Kasat Reskrim Polres Klaten, AKP Dicky Hermansyah mewakili Kapolres AKBP Aries Andhi.

BACA JUGA :

DUGAAN PENYIMPANGAN BUMDes RP 21 M
Polres Klaten Akan Periksa Kades Ponggok

Kades Dilaporkan, Polisi Dalami Keterangan Direktur BUMDes Ponggok

Lebih lanjut AKP Dicky Hermansyah menjelaskan, meskipun Senin Junaedi Mulyono tidak hadir, namun pihak kepolisian akan kembali memanggil yang bersamgkutan, dan ditagertkan minggu ini sudah selesai klarifikasi pada Kades Ponggok tersebut.

Dijelaskan Kasat Reskrim, sebelum dilakukan pemanggilan terhadap Junaedi Mulyono, penyidik Sat Reskrim Polres Klaten sudah memanggil tujuh saksi. Yakni pelapor (Edhi Santoso Aribowo), Ketua Tim Pengelola Kegiatan (TPK), Direktur dan Bendahara BUMDes Tirta Mandiri, pihak ketiga, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Dispermasdes) Klaten, serta dari Inspektorat Klaten. 

Kasat reskrim  juga menjelaskan, sudah melakukan penyelidikan dan sudah memiliki beberapa bukti yang dirasa cukup. Pihaknya juga akan melakukan pemanggilan untuk klarifikasi kepada instasi yang lain, seperti dari Mendagri.. Untuk hasil audit, dijelaskan Kasat Reskrim,  hingga kemairn belum keluar, tetapi itu adalah opsi kami yang kedua.

“Hasil audit alternatif kedua. Ini kan masih tahap penyelidikan. Nanti tahap kedua apabila dirasa lama, kita  mengumpulkan bukti-bukti lain yang dirasa cukup untuk menaikan ke tahap penyidikan. Pastinya audit ini opsi yang kedua apabila bukti-bukti yang lain seperti laporan keuangan di BUMDes tidak ada,” tambah Kasat Reskrim.

Setelah melakukan klarifikasi pada terlapor dalam hal ini Kepala Desa Ponggok, Juanedi Mulyono, dalam waktu dekat  Sat Reskrim akan melakukan gelar perkara. Hal ini untuk menentukan layak tidaknya  kasus dugaan penyelewengan dana BUMDes Tirta Mandiri Ponggok tersebut , ke tingkat penyidikan.  

Pelaksana Tugas (Plt) Inspektur Inspektorat Klaten, Purwanto Anggono Cipto, mengemukakan, setelah dugaan kasus penyelewengan dana BUMDes itu muncul di media, Inspektorat langsung melakukan klarifikasi ke pemerintah desa maupun BUMDes Ponggok. (Sit)

BERITA TERKAIT