Dipatok Rp 12,5 Triliun, Kanwil DJP Jawa Tengah II Naikkan Target

SUKOHARJO, KRJOGJA.com – Kondisi ekonomi diharapkan semakin baik pada Tahun 2018 ini dibanding 2017. Sebab target pendapatan pajak dari Direktorat Jenderal Pajak (DJP)  Kantor Wilayah (Kanwil) DJP Jawa Tengah II naik 25 persen sebesar Rp 12,5 triliun dibanding sebelumnya hanya Rp 9,9 triliun.

Kepala Kantor Wilayah (Kanwil) DJP Jawa Tengah II Rida Handanu, ditemui usai acara Tax Gathering Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Sukoharjo di Hotel Bestwestern Solo Baru, Grogol, Sukoharjo Rabu (28/2/2018) mengatakan, kenaikan target pendapatan pajak sudah melalui pencermatan dan penghitungan. Kondisi ekonomi baik skala daerah maupun nasional diharapkan membaik dan mendukung pencapaian realisasi target.

Bentuk kondisi ekonomi meningkat ditandai dengan banyaknya investasi disejumlah daerah. Khusus Kanwil DJP Jawa Tengah II berharap adanya peningkatan investasi di wilayah Kabupaten Sukoharjo, Kabupaten Boyolali, Kabupaten Cilacap dan Kabupaten Karanganyar.

Kondisi ekonomi di Tahun 2017 yang baik mendukung pencapaian target pendapatan pajak. Harapannya bisa terulang di Tahun 2018 mengingat Kanwil DJP Jawa Tengah II pasang target  peningkatan.

"Kondisi ekonomi baik skala daerah maupun nasional sangat berpengaruh pada realisasi pencapaian target pendapatan pajak. Di Tahun 2017 lalu kondisi ekonomi baik diharapkan bisa terulang Tahun 2018 ini. Kami optimis target bisa terpenuhi," ujarnya.

Kanwil DJP II Jawa Tengah II khusus untuk KPP Pratama Sukoharjo memberikan target pendapatan pajak Tahun 2018 sebesar Rp 1,4 triliun. Nilai tersebut mengalami peningkatan sebesar 30 persen dibanding Tahun 2017.

Target yang dibebankan tersebut diharapkan bisa terealisasi tahun ini. Harapan tersebut karena Kabupaten Sukoharjo masuk wilayah dengan pendapatan pajak besar di Jawa Tengah.

Besarnya potensi pendapatan pajak dilihat dengan banyaknya industri berdiri dan tingginya nilai investasi. Sektor usaha tidak hanya datang dari investor lokal namun juga internasional.

Kepala KPP Pratama Sukoharjo Muslim Gunanta mengatakan, penerimaan pajak di KPP Pratama Sukoharjo di Tahun 2017 mencapai Rp 1,232 triliun atau 88,6 persen dari target dalam APBNP 2017 dengan pertumbuhan year on year sebesar 3,4 persen. Angka pertumbuhan penerimaan ini lebih banyak dipengaruhi oleh Rp 85,7 miliar penerimaan di Tahun 2016 yang sifatnya tidak berulang yaitu penerimaan dari program amnesti pajak dan revaluasi aktiva tetap. Apabila penerimaan yang sifatnya tidak berulang ini dikeluarkan dari perhitungan maka pertumbuhan penerimaan pajak di Tahun 2017 mencapai Rp 11,98 persen.

Pertumbuhan penerimaan ini juga selain disebabkan oleh faktor perbaikan ekonomi khususnya di sektor industri pengolahan, juga adanya peningkatan kepatuhan masyarakat dalam membayar pajak. Di Tahun 2017 sejumlah 73.780 wajib pajak menyampaikan SPT dari total 79.609 wajib pajak yang wajib menyampaikan SPT dengan target rasio 77,5 persen maka capaian kepatuhan sebesar Rp 118,94 persen.

Berdasarkan segmen pembayar pajak, pertumbuhan yang signifikan terjadi di segmen orang pribadi terutama para peserta amnesti pajak. Pertumbuhan yang tinggi juga terjadi disegmen wajib pajak dengan penghasilan bruto tertentu yang membayar PPh final 1 persen. Hal ini mengindikasikan semakin meningkatnya kesadaran dan kepatuhan perpajakan sektor UMKM dan adanya perkembangan yang sehat disegmen ini.

"KPP Sukoharjo optimis dalam menyambut Tahun 2018 dengan target penerimaan Rp 1.440 miliar. Fokus KPP Pratama Sukoharjo tahun ini adalah mengamankan target penerimaan tersebut serta melanjutkan reformasi perpajakan untuk membangun kepatuhan jangka panjang yang berkelanjutan serta meningkatman kolaborasi dan sinergi dengan instansi, lembaga, asosiasi usaha dan pihak ketiga lainnya," ujarnya. (Mam)

 

BERITA REKOMENDASI