Disdagperin Siap Gelar Operasi Pasar

Editor: Ivan Aditya

BOYOLALI, KRJOGJA.com – Jaga kestabilan harga beras, Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagperin) Boyolali akan menggelar operasi pasar. Total sebanyak 40 ton beras akan digelontorkan, utamanya di wilayah kecamatan yang bukan sentra penghasil beras.

Kepala Disdagperin, Suyitno, melalui Kabid Perdagangan Cahyo, Kamis (11/01/2018) menjelaskan, beras yang akan didistribusikan melalui operasi pasar dengan menngandeng mitra Bulog yakni beras medium, dimana harganya saat ini mencapai Rp12 ribu/kg, meningkat dari harga beberapa waktu lalu yang masih dikisaran Rp9 ribu/kg.

"Jenis beras medium ini yang paling banyak dikonsumsi masyarakat. Sehingga kalau ada kenaikan harga tentu memberatkan warga," terangnya.

Sasaran operasi pasar, lanjutnya, mayoritas berada di wilayah Boyolali utara yang produksi berasnya cukup kecil, meliputi wilayah Kecamatan Klego, Juwangi, Wonosegoro, Kemusu, Andong dan Karanggede.

Dengan operasi pasar tersebut, diharapkan bisa mengontrol harga beras medium agar bisa turun, atau setidaknya tak melambung tinggi. Terlebih pengkonsumsi beras jenis tersebut adalah warga miskin, sehingga kenaikan harganya akan membebani masyarakat.

Selain operasi pasar, pihaknya juga melakukan pengawasan dan pemantauan ketersediaan dan harga komoditas pangan utama bagi masyarakat tersebut. "Jika harga beras masih tinggi, kita akan lakukan operasi pasar lagi," katanya.

Sementara itu, dalam panen raya di Desa Dibal, Kecamatan Ngemplak, hasilnya cukup memuaskan. Satu hektar lahan bisa menghasilkan gabah kering seberat 8,5 ton. Selain di Desa Dibal dengan lahan seluas 75 hektare, program penanaman padi di Kecamatan Ngemplak dengan pengelolaan dan pengawasan dari Kementerian pertanian dan TNI melalui Kodim 0724/Boyolali yakni di Desa Sindon seluas 15 hektare, Donohudan 50 hektare, dan di Gagak Sipat seluas10 Hektare. (Gal)

BERITA REKOMENDASI