Disebut Langgar Norma Kepatutan, Bupati Klaten: Saya Bingung!

Editor: KRjogja/Gus

KLATEN, KRJOGJA.com – Bupati Klaten Sri Mulyani mengaku bingung atas sikap Ombudsman RI Perwakilan Jawa Tengah dan Bawaslu Provinsi Jawa Tengah maupun Bawaslu Kabupaten Klaten yang mempertanyakan perihal hand sanitizer bantuan Kementerian Sosial (Kemensos) yang viral gegara ada stiker gambar dirinya beberapa hari lalu. Padahal hal itu hanya kesalahan teknis.

“Saya itu bingung. Ombudsman, Bawaslu. Jadi bekerja itu bukan sesuai dorongan masyarakat, tapi bekerja itu sesuai dengan tupoksinya,” ujar Sri Mulyani saat ditemui di sela acara peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) di SMPN 1 Klaten, Sabtu (2/5/2020).

Menurut Sri Mulyani, tak ada yang dilanggar soal penyaluran bantuan hand sanitizer berstiker dirinya. Hal itu hanya karena ada kesalahan teknis. Tak ada maksud lain apalagi untuk berkampanye. Persoalan ini telah diselesaikan dan pihaknya juga sudah meminta maaf ke masyarakat.

“Jadi kaya Bawaslu Klaten dan Bawaslu Provinsi Jawa Tengah, itu kan saya (dianggap) menggunakan gambar sebagai alat kampanye atau mencuri start atau kampanye yang tidak etis. Kalau saya kampanye itu berarti saya dengan pasangan saya yang sudah direkomendasi dari PDIP. Wong itu gambar saya sendiri dan namanya Bupati Klaten, bukan Sri Mulyani – Aris Prabowo. Kekeliruannya yang mana?,” tambah Sri Mulyani.

Terkait surat dari Ombudsman RI Perwakilan Jawa Tengah, Sri Mulyani mengaku telah menerima dan menindaklanjuti dengan mengirim surat balasan. Dalam hal ini pihaknya siap untuk diajak berkonsultasi. “Sudah ada surat untuk klarifikasi, sudah kami tindaklanjuti. Intinya saya siap untuk konsultasi,” ujarnya.

BERITA REKOMENDASI