Disediakan Dana Rp 4,2 Miliar, Tiga Pasar Tradisional Segera Dibangun

SUKOHARJO, KRJOGJA.com – Pemkab Sukoharjo berencana membangun tiga pasar tradisional dalam waktu dekat. Anggaran sebesar Rp 4,2 miliar telah disiapkan dan proses sekarang sudah masuk tahap lelang. Ketiga pasar tersebut Pasar Ngaliyan Kecamatan Tawangsri, Pasar Carikan Kecamatan Sukoharjo Kota, Pasar Sraten Kecamatan Gatak. Satu pasar lagi yakni Pasar Mulur Kecamatan Bendosari yang sebenarnya masuk perencanaan pembangunan akhirnya batal.

Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Sukoharjo Sutarmo, Kamis (4/7/2019) mengatakan, rencana pembangunan ketiga pasar tradisional sudah muncul sejak sekitar dua tahun lalu dan baru terlaksana di sekarang. Pemkab Sukoharjo akhirnya menyediakan anggaran besar untuk merealisasikan pembangunan ketiga pasar.

Pembangunan terhadap ketiga pasar tradisional tersebut karena kondisi sekarang sudah tidak layak. Selain itu juga sebagai penyediaan fasilitas layak dari pemerintah pada para pedagang. Termasuk juga tempat nyaman bagi masyarakat yang akan berbelanja.

“Kondisi Pasar Ngaliyan, Pasar Carikan dan Pasar Sraten sudah tidak layak dan perlu dibangun. Pemkab Sukoharjo secara bertahap sudah melakukan pembangunan pasar tradisional disejumlah wilayah,” ujarnya.

Persiapan pembangunan tiga pasar tradisional sudah dilakukan Pemkab Sukoharjo seperti penyediaan anggaran dan perencanaan. Dinas Perdagangan, Koperasi dan Usaha Kecil Menengah juga telah melaksanakan sosialisasi pada pedagang. Hasilnya pedagang mendukung penuh program tersebut.

“Proses sekarang sudah masuk lelang untuk ketiga pasar dan kami harap segera selesai dan diketahui rekanan yang akan melaksanakan pembangunan,” lanjutnya.

Nantinya setelah lelang selesai maka para pedagang akan diminta pindah sementara ke pasar darurat. Lokasi tempat sudah disetujui tidak juah dari pasar utama sebelumnya. Hal ini dilakukan sesuai permintaan pedagang yang khawatir kehilangan pembeli apabila  penempatannya jauh.

Proses pembangunan diharapkan selesai semuanya sampai akhir tahun 2019. Selanjutnya pedagang bisa menempati bangunan baru pasar. “Pedagang lama tetap menjadi prioritas mendapatkan tempat di pasar baru yang selesai dibangun,” lanjutnya.

Pada tahun 2019 ini Dinas Perdagangan, Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Sukoharjo juga mengajukan usulan pembangunan pasar tradisional lainnya yakni Pasar Mulur Kecamatan Bendosari. Namun pembangunan tersebut batal dilakukan karena adanya masalah.

“Status tanah di Pasar Mulur Bendosari itu milik Pemkab Sukoharjo dan desa setempat. Itu tidak boleh. Apabila akan dibangun menggunakan dana daerah maka status tanah sepenuhnya harus milik Pemkab Sukoharjo. Jadi pembangunan pasar disana batal,” lanjutnya. (Mam)

BERITA REKOMENDASI