Diserang Tikus, Petani Majasto’Gropyokan’

SUKOHARJO, KRJOGJA.com – Gropyokan massal tikus dilakukan oleh sejumlah pihak di wilayah Desa Majasto, Kecamatan Tawangsari. Setiap ekor tikus yang berhasil ditangkap dibeli dengan harga Rp 1000 perekor agar hasil panen padi petani melimpah.

Kepala Desa Majasto, Kecamatan Tawangsari Rudi Hartono, Minggu (6/1) mengatakan, gropyokan tikus diikuti oleh kepala desa, perangkat desa, BPD, pengusaha pompa, penebas padi dan petani. Kegiatan dilakukan serentak disejumlah areal persawahan dengan melibatkan ratusan orang. 

Gropyokan dilakukan karena kondisi petani yang resah akibat serangan hama tikus sejak beberapa bulan terakhir. Akibatnya banyak tanaman padi petani mengalami kerusakan. Apabila dibiarkan maka dikhawatirkan akan menyebabkan hasil panen berkurang dan menyebabkan kerugian besar. 

“Semua pihak terjun ke sawah melakukan gropyokan tikus karena memang menjadi hama bagi petani. Banyak tanaman padi yang diserang dan dikhawatirkan menyebabkan kerugian tidak sedikit karena hasil panen berkurang,” ujarnya. 

Petani sebenarnya sudah melakukan kegiatan pemusnahan hama tikus sendiri sejak beberapa waktu lalu. Namun hasilnya tetap sama saja mengingat masih banyak tikus berkeliaran merusak tanaman padi. Karena itu Pemerintah Desa Majasto, Kecamatan Tawangsari mengumpulkan semua pihak untuk melakukan gropyokan tikus bersama. 

Untuk menambah semangat gropyokan maka hasil tangkapan tikus akan dibeli dengan harga Rp 1.000 perekor. Hal itu membuat pihak yang terlibat sangat banyak dan hasil tangkapan melimpah. 

“Tikus hasil tangkapan tidak hanya membuat senang orang yang berhasil menangkap tapi juga petani karena bisa mengurangi serangan hama. Pemerintah Desa Majasto, Kecamatan Tawangsari juga ikut senang karena nantinya hasil panen padi petani melimpah setelah berkurang atau hilangnya hama tikus,” lanjutnya. 

Hasil tikus yang ditangkap semuanya dimusnahkan dan diharapkan kedepan serangan hama berkurang. Kedepan Pemerintah Desa Majasto, Kecamatan Tawangsari akan melakukan kegiatan serupa dengan melibatkan petani tidak hanya terhadap serangan hama tikus namun juga lainnya. (Mam)

BERITA REKOMENDASI