Dispendukcapil Sukoharjo Cetak 32 Ribu KTP-el

SUKOHARJO, KRJOGJA.com – Tunggakan pencetakan Kartu Tanda Penduduk Elektronik (KTP-el) hingga 31 Desember 2019 telah diselesaikan. Sebab Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) Sukoharjo sudah mencetak sebanyak 32 ribu keping KTP-el dan siap dibagikan pada pemohon. Sedangkan terhitung Januari hingga pertengahan Februari 2020 jumlah antrean pemohon pencetakan KTP-el mencapai 5 ribu orang. Pencetakan belum dilakukan karena stok blangko KTP-el habis dan menunggu kiriman dari pusat
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dispendukcapil Sukoharjo Sukito, Jumat (21/2) mengatakan, antrean pemohon atau warga meminta pencetakan KTP-el tahun 2019 sangat banyak mencapai 32 ribu orang. Hal tersebut terjadi karena faktor kosongnya stok blangko cetak KTP-el yang disebabkan keterlambatan pengiriman dari pusat. Disisi lain permintaan pencetakan KTP-el dari pemohon setiap hari di kantor Dispendukcapil Sukoharjo sangat banyak hingga 400 orang.
Banyaknya antrean menyebabkan angka tunggakan pencetakan KTP-el tahun 2019 sangat besar. Dispendukcapil Sukoharjo baru bisa memenuhi permintaan pemohon dengan mencetak KTP-el setelah ada kiriman blangko cetak dari pusat.
Blangko yang ditunggu tersebut akhirnya datang dari pusat ke Dispendukcapil Sukoharjo secara bertahap pada Januari 2020 lalu. Petugas setelah menerima kemudian melakukan pencetakan KTP-el berdasarkan nomor urut antrean.
Dispendukcapil Sukoharjo hingga Februari sudah mampu menyelesaikan tunggakan tahun 2019 mencetak 32 ribu KTP-el. Tahap selanjutnya KTP-el tersebut tinggal didistribusikan ke masing masing kecamatan untuk selanjutnya dibagikan pada pemohon atau warga.
Terselesaikannya tunggakan pencetakan KTP-el tahun 2019 membuat Dispendukcapil Sukoharjo lega. Sebab pemohon sudah sering meminta pencetakan KTP pada petugas. Disisi lain permintaan tersebut tidak bisa dipenuhi karena stok blangko cetak kosong dan menunggu kiriman dari pusat. Selain itu, apabila tidak segera terselesaikan maka dikhawatirkan jumlah antrean tunggakan pencetakan KTP-el semakin banyak.
“Pencetakan KTP-el  yang diselesaikan merupakan antrean hingga 31 Desember 2019. Yakni pencetakan print ready record (PRR) dalam rekam data maupun surat keterangan (Suket) ke blanko KTP-el,” ujarnya.
Dispendukcapil Sukoharjo sekarang tinggal memantau distribusi KTP-el yang selesai dicetak dari kabupaten ke masing masing kantor kecamatan. Selanjutnya KTP-el tersebut didistribusikan lagi ke masing masing desa dan kelurahan sebelum dibagikan ke pemohon atau warga.
Sistem pembagian KTP-el sengaja dirubah Dispendukcapil Sukoharjo dari sebelumnya dilakukan di kantor kabupaten. Maka sekarang dilaksanakan di masing masing kecamatan, desa dan kelurahan. Hal itu dilakukan untuk menghindari antrean panjang warga pada saat proses pengambilan KTP-el.
“Para camat, kepala desa dan lurah kami minta membantu kelancaran pembagian KTP-el yang sudah selesai dicetak. Sebab KTP-el itu tinggal dibagi saja dan sudah jelas nama dan alamat pemiliknya,” lanjutnya.
Dispendukcapil Sukoharjo pada awal tahun 2020 ini terhitung Januari hingga pertengahan Februari sudah menerima pengajuan pencetakan 5 ribu pemohon. Jumlah antrean tersebut cukup besar karena terjadi hanya dalam dua bulan saja. Antrean diperkirakan semakin banyak mengingat sampai saat ini Dispendukcapil Sukoharjo belum menerima kiriman blangko cetak KTP-el. Stok kosong dan belum diketahui kapan pencetakan KTP-el bisa dilakukan.
Sebagai solusi maka Dispendukcapil Sukoharjo mengeluarkan sementara surat keterangan (Suket) bagi pemohon. Suket dapat digunakan sebagai pengganti sementara KTP-el dan memiliki fungsi sama.
“Blangko cetak KTP-el terus kami minta dari pusat. Berapapun yang ada akan langsung kami ambil untuk melayani masyarakat. Apabila tidak maka dikhawatirkan antrean cetak KTP-el semakin banyak,” lanjutnya. (Mam)

BERITA TERKAIT