Dispendukcapil Tetap Layani Permohonan KTP-el

Editor: Ivan Aditya

SUKOHARJO, KRJOGJA.com – Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) Sukoharjo meminta pada masyarakat untuk tenang saat meminta pelayanan pencetakan Kartu Tanda Penduduk Elektronik (KTP-el). Permintaan tersebut dilakukan petugas sebab masyarakat sudah tidak sabar meminta pencetakan KTP-el segera dipenuhi. Kendala dihadapi karena blangko cetak KTP-el habis dan pengadaan sepenuhnya menjadi kewenangan pemerintah pusat.

Kepala Dispendukcapil Sukoharjo Sriwati Anita, Kamis (21/11/2019) mengatakan, antrean permohonan pembuatan administrasi kependudukan di kantor Dispendukcapil Sukoharjo khususnya KTP-el memang sangat banyak. Bahkan antrean sudah diambang batas kewajaran karena banyaknya warga yang meminta pelayanan pada petugas.

Permintaan paling banyak dilakukan masyarakat denyan meminta pencetakan KTP-el. Kondisi tersebut membuat petugas harus berulang kali menenangkan warga yang antre. Selain itu petugas juga memberikan sosialisasi mengenai kondisi sekarang dan teknis permasalahannya.

Kendala besar dihadapi Dispendukcapil Sukoharjo karena tidak bisa memenuhi semua permintaan pencetakan KTP-el masyarakat. Masalah utama blangko cetak KTP-el habis sejak Juni lalu hingga sekarang belum terpenuhi. Proses pencetakan KTP-el secara teknis juga butuh tahapan harus dilakukan sebelum diserahkan pada warga.

"Permintaan pencetakan KTP-el sangat banyak setiap hari. Tapi disisi lain stok blangko cetak KTP-el habis dan belum dikirim dari pusat. Kondisi itu memang membuat masyarakat kurang paham dan tidak sabar. Kami minta masyarakat tenang karena pemenuhan pencetakan KTP-el belum bisa dilakukan mengingat pengadaan blangko cetak jadi kewenangan penuh pusat," ujarnya.

Upaya dilakukan petugas untuk mempermudah pelayanan administrasi kependudukan pada masyarakat dengan memberikan informasi secara online. Salah satunya pemberitahuan apabila sudah ada kiriman blangko cetak atau KTP-el warga sudah dicetak petugas dan tinggal mengambil saja di kantor Dispendukcapil Sukoharjo.

Habisnya stok blangko KTP-el membuat warga yang masuk daftar tunggu mendapat pelayanan pencetakan semakin banyak. Total ada 32 ribu antrean terhitung sejak Juni-November 2019 menunggu pencetakan KTP-el di kantor Dispendukcapil Sukoharjo. Jumlah tersebut kemungkinan besar akan semakin bertambah banyak mengingat permintaan dari warga terus datang sedangkan stok blangko cetak masih habis.

Dispendukcapil Sukoharjo sudah berusaha meminta tambahan blangko cetak KTP-el ke pemerintah provinsi dan pusat. Namun usaha tersebut tetap gagal karena stok blangko cetak KTP-el juga habis. Kondisi sama juga terkadi disemua daerah di Indonesia.

"Terakhir Dispendukcapil Sukoharjo hanya menerima kiriman sebanyak 500 keping blangko cetak KTP-el pada 17 Oktober lalu. Blangko itupun langsung habis untuk pelayanan pada masyarakat," lanjutnya.

Kiriman blangko cetak KTP-el yang hanya 500 keping tidak sebanding dengan besarnya kebutuhan hingga 32 ribu warga. Karena itu petugas setiap kali menerima permohonan pencetakan KTP-el dari masyarakat meminta mereka untuk tenang dan bersabar. Kewenangan penggadaan blangko cetak KTP-el ditangani langsung pemerintah pusat. Pemkab Sukoharjo dalam hal ini sifatnya hanya menerima kiriman saja.

Dispendukcapil Sukoharjo memastikan sebanyak 32 ribu warga yang belum mendapat pencetakan KTP-el sudah menerima Suket. Hal itu diketahui dari hasil pendataan petugas. Suket bisa dipakai warga dan memiliki fungsi sama seperti KTP-el.

Permintaan Suket setiap hari di Kantor Dispendukcapil Sukoharjo bisa mencapai seratusan lembar. Permintaan semakin banyak khususnya hari Senin setelah libur kerja Sabtu dan Minggu bisa ratusan lembar per hari.

Petugas akan mengeluarkan dan memberikan pada warga pemohon apabila sudah melakukan rekam data. Apabila belum maka permintaan tidak akan dilayani karena sudah menjadi ketentuan dari pusat. (Mam)

BERITA REKOMENDASI