Disperinaker Segera Bahas Upah Pekerja Aqua Klaten

Editor: KRjogja/Gus

KLATEN, KRJOGJA.com – Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Disperinaker) Kabupaten Klaten akan segera membahas pengupahan para pekerja PT Tirta Investama (Aqua) Klaten. Pembahasan akan dilakukan terlebih dahulu dengan Dewan Pengupahan pada pekan ini.

 

“Untuk upah Aqua akan kami bahas dengan Dewan Pengupahan besok hari Kamis,” kata Kabid Tenaga Kerja dan Transmigrasi Disperinaker Klaten, Heru Wijoyo, Selasa (10/12).

Sebelumnya Heru Wijoyo mengemukakan, akan memanggil secara terpisah antara Serikat Pekerja Danone Aqua Grup dan pihak manajemen Aqua. Hal ini dimaksudkan agar Disperinaker bisa mendapatkan masukan secara utuh dari masing-masing pihak.

“Dari pihak manajemen ada yang menelepon kami minta agar pemanggilan bersama-sama baik managemen dan serikat, tapi kami akan panggil terpisah,” jelas Heru Wijoyo.

Lebih lanjut Heru Wijoyo menjelaskan, setelah pembahasan dengan Dewan Pengupahan selesai, Disperinaker baru akan melibatkan pihak serikat pekerja maupun pihak manajemen Aqua. Hasil pembahasan dengan Dewan Pengupahan akan disampaikan pada kedua belah pihak.

Ketua Pengurus Cabang Serikat Pekerja Danone Aqua Grup (SPDAG) Klaten, Agus Hiban saat dikonfirmasi mengemukakan, para pekerja tetap pada tuntutan semula, yakni adanya kenaikan upah. Hal itu dilakukan, karena kesenjangan upah sangat dirasakan oleh para pekerja Aqua di Klaten.

KRJOGJA.com berusaha meminta konfirmasi atas persoalan pengupahan tersebut, namun belum mendapat jawaban dari Managemen Aqua Klaten.

Kepala Disperinaker Klaten Sartiyasto sebelumnya mengemukakan, tanpa melalui UMSK semestinya pihak manajemen Aqua bisa meningkatkan kesejahteraan pekerjanya. Yakni dengan penyesuaian upah, dengan pertimbangan masa kerja dan juga keahlian masing-masing pekerja.

Terkait upah pekerja, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo juga telah menegaskan, penentuan upah bagi pekerja yang telah memiliki masa kerja setahun lebih, tidak berpatokan pada upah minimum kabupaten/kota (UMK). Upah mereka semestinya lebih besar dibanding UMK, tergantung pembicaraan bipartit antar pekerja dan perusahaan. Hal itu ditegaskan gubernur saat mengumumkan UMK 2020 se-Jateng pada akhir Nopember 2019.

Seperti diberitakan sebelumnya, ratusan pekerja PT Tirta Investama (pabrik air minum dalam kemasan merk Aqua) di Klaten menuntut kenaikan upah. Air yang diambil dari sumber mata air Klaten dan dijual oleh PT Tirta Investama (Aqua Klaten) tahun 2018 mencapai 1,2 miliar liter. Sedangkan per September 2019 telah mencapai 870 juta liter. Kendati demikian, perusahaan tersebut hingga kini belum memenuhi tuntutan kenaikan upah dari ratusan karyawanya di Klaten. Perusahaan mengarahkan agar serikat pekerja menempuh jalur upah minimum sektoral kabupaten (UMSK). (Sit)
 

BERITA REKOMENDASI