Dispertan Ajak Petani Kembangbiakkan Burung Hantu

Editor: Ivan Aditya

SUKOHARJO (KRjogja.com) – Sebaran rumah burung hantu (rubuhan) sudah dilakukan merata di setiap kecamatan untuk membantu pengendalian serangan hama tikus. Petani bersama masyarakat diminta untuk saling menjaga dan terus melakukan pengembangbiakan burung hantu agar populasinya bertambah banyak.

Kepala Dispertan Sukoharjo, Netty Harjianti mengatakan, pembuatan rubuhan sudah ada di semua kecamatan. Bahkan dipersempit lagi hingga ke tingkat desa dan kelurahan sekarang sudah disediakan. Rubuhan sengaja dibuat untuk menjadi tempat perkembangbiakan burung hantu yang secara alami habitatnya masih ada di Sukoharjo.

“Dispertan bersama petani dan pihak terkait lainnya sudah membuat rubuhan. Sedangkan burung hantu sendiri nantinya akan hinggap sendiri karena secara alami habitatnya masih banyak tersebar di Sukoharjo,” ujar Netty.

Rubuhan sendiri memiliki peran dan fungsi sangat baik untuk membantu pengendalian hama tikus. Dalam satu tahun terakhir keberhasilan tersebut bisa dilihat dengan tidak adanya serangan hama tikus secara besar. Kalaupun ada serangan skalanya masih kecil dan bisa ditangani.

Dispertan Sukoharjo terus memantau populasi burung hantu disejumlah wilayah. Petugas juga berkomunikasi dengan para petani untuk mengetahui perkembangan di lapangan. Kooordinasi dilakukan untuk mengetahui apakah ada kendala atau tidak.

“Untuk penangkaran burung hantu sementara memang disentralkan di Klurahan, Sukoharjo Kota. Sedangkan di wilayah lain akan menyusul,” lanjutnya. (Mam)

BERITA REKOMENDASI