Distribusi Hasil Panen, Petani Butuh Transportasi yang Efisien

BOYOLALI, KRJOGJA.com – Lancarkan transportasi dan distribusi pasca panen, sebanyak 15 kelompok tani perkebunan di Boyolali diberi bantuan berupa masing-masing satu unit kendaraan angkut roda tiga. Pengadaan unit angkutan tersebut berasal dari APBD dengan harga per unit sebesar Rp 27 juta.  

Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan (Dispertan) Boyolali, Bambang Jiyanto, usai penyerahan bantuan, Kamis (28/3/2019) menjelaskan, bantuan ditujukan ke kelompok petani perkebunan yang tersebar di berbagai wilayah, yakni lima di Selo, empat di Musuk, dua di Ampel dan Andong, dan satu kelompok tani di Cepogo dan Kemusu. Di wilayah Boyolali, cukup banyak perkebunan dengan komoditas diantaranya cengkeh dan kopi yang banyak ditanam di wilayah pegunungan.

"Bantuan ini diperuntukkan untuk petani perkebunan untuk membanyu distribusi hasil panen perkebunan," katanya.

Kelompok tani yang mendapat bantuan, sebutnya, sudah memenuhi syarat teknis dan administrasi yang diajukan melalui proposal.  Sehingga ia memastikan, bantuan tersebut diperuntukkan kepada kelompok tani yang benar-benar membutuhkan.

Sutrisno, petani Cengkeh asal Ampel mengatakan, pengajuan permintaan bantuan sudah ia masukkan sejak akhir tahun 2018 lalu. Ia bersyukur bantuan bisa terealisasi cukup cepat sehingga bisa meringankan beban petani, terutama untuk mengurangi ongkos distribusi hasil panen cengkehnya.  

"Tentu akan kami maksimalkan dengan baik," pungkasnya.(Gal)

BERITA REKOMENDASI