Ditemukan 108 Kejadian, Kemarau Panjang Picu Kebakaran

SUKOHARJO, KRJOGJA.com – Kebakaran sampai pertengahan Oktober ini ada sekitar 15 kejadian. Sedangkan data sejak Januari – September Tahun 2018 sudah ada 93 kejadian kebakaran. Jumlah tersebut cukup banyak dan membuat petugas pemadam kebakaran selalu bersiaga karena angka kejadian diperkirakan sudah tembus total sekitar 108 kejadian.  

Kesiapsiagaan petugas juga dilakukan sebab hampir setiap hari selalu ada kejadian kebakaran. Masyarakat diminta untuk tetap waspada dengan terus melakukan pencegahan kebakaran.  

Kabid Pemadam Kebakaran (Damkar) Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Sukoharjo Margono, Kamis (25/10) mengatakan, dalam dua bulan terakhir kejadian kebakaran mengalami peningkatan signifikan. Hal tersebut dipicu salah satunya karena faktor musim kemarau panjang. Kondisi kering menyebabkan kebakaran dengan mudah terjadi. Faktor lainnya disebabkan karena kelalaian manusia dan korsleting listrik.

“Seperti pada bulan ini sejak awal sampai pertengahan Oktober sekarang Kamis (25/10/2018) ini sudah ada sekitar 15 kasus kejadian kebakaran. Jumlah itu cukup banyak karena dalam 25 hari sudah ada 15 kejadian,” ujar Margono.

Data di Damkar Satpol PP Sukoharjo ada empat kejadian kebakaran dalam dua hari terakhir. Pada Rabu (24/10/2018) kebakaran terjadi di dua lokasi yakni di gudang barang bekas di Desa Telukan, Kecamatan Grogol dan  tempat pembuangan sampah di Desa Gonilan, Kecamatan Kartasura. Sedangkan pada Kamis (25/10/2018) kebakaran juga menimpa sebuah rumah di Desa Tegalsari, Kecamatan Weru. Selain itu sebuah rumah juga nyaris terbakar akibat selang kompos gas bocor di Kelurahan Joho, Kecamatan Sukoharjo Kota. 

“Dalam dua hari sejak Rabu (24/10/2018) dan Kamis (25/10/2018) ada empat kejadian kebakaran. Secara keseluruhan ada peningkatan kebakaran memang salah satunya dipicu faktor musim kemarau panjang,” lanjutnya. 

Kebakaran yang terus terjadi membuat data secara keseluruhan mengalami penambahan. Petugas Damkar Satpol PP Sukoharjo mencatat ada 93 kejadian kebakaran terhitung sejak Januri – September. Nilai kerugian akibat kejadian tersebut lebih dari Rp 3 miliar.

“Faktor kelalaian harus diminimalisir seperti kejadian di Tegalsari, Weru dan Joho, Sukoharjo dimana ada sisa pembakaran pada tungku kayu saat memasak. Selain itu juga selang kompor gas bocor. Ada juga temuan kebakaran karena kelalaian puntung rokok dibuang sembarangan,” lanjutnya.

Damkar Satpol PP Sukoharjo sendiri selalu menyiagakan semua unit mobil pemadam kebakaran yang dimiliki. Hal itu dilakukan karena sebagai persiapan dalam menghadapi kejadian kebakaran. “Kebakaran tidak hanya menimpa bangunan tapi juga pekarangan, lahan kosong dan tumpukan sampah kering,” lanjutnya. (Mam)

BERITA REKOMENDASI