Ditertibkan Satpol PP, PKL Liar Malah Makin Marak

SUKOHARJO, KRJOGJA.com – Pelanggaran penyalahgunaan tempat oleh pedagang kali lima (PKL) masih banyak ditemukan di wilayah Kecamatan Kartasura. Petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Sukoharjo sudah memberikan sosialisasi sekaligus peringatan kepada pedagang untuk segera menaati aturan. Apabila tetap nekat maka penindakan tegas berupa penertiban akan dilakukan.

Kepala Satpol PP Sukoharjo Heru Indarjo, Rabu (26/6) mengatakan, temuan pelanggaran penyalahgunaan tempat ditemukan saat Satpol PP Sukoharjo melakukan patroli wilayah. Pelanggaran tersebut seperti penggunaan trotoar, fasilitas umum jalan dan saluran air dipakai oleh pedagang untuk mendirikan lapak dagangan baik dalam bentuk semi permanen maupun permanen.

Temuan seperti disekitar Lapangan Desa Makamhaji, Kartasura,  Kraton Kartasura, sepanjang Jalan Slamet Riyadi, Kartasura, sekitar kampus UMS Pabelan, Kartasura dan IAIN Pucangan, Kartasura. Kebaradaan lapak PKL menyalahi aturan dan sudah berdiri lama.

“Pelanggaran tidak hanya mendirikan lapak di trotoar atau fasilitas umum lainnya, namun juga di atas saluran air. Sebagian pedagang sudah kami sosialisasi dan diharap membongkar sendiri lapak yang menyalahi aturan,” ujarnya.

Satpol PP Sukoharjo sudah menerjunkan tim untuk melakukan pengawasan di lapangan. Petugas tidak hanya memberikan sosialisasi saja namun juga teguran. Sebab beberapa pedagang kedapatan tetap nekat melakukan pelanggaran meski sudah berulang kali mendapatkan sosialisasi,

“Kondisi saluran air yang dipakai oleh pedagang untuk mendirikan lapak cukup memprihatinkan karena banyak temuan sampah. Itu jelas melanggar dan nanti akan ditindak,” lanjutnya.

Koordinsi juga telah dilakukan Satpol PP Sukoharjo dengan Pemerintah Kecamatan Kartasura dan pemerintah desa. Mereka diminta untuk membantu memantau wilayah sekaligus pendataan terhadap pedagang. Sebab PKL tersebut justru diketahui banyak datang dari luar daerah. (Mam)

BERITA REKOMENDASI