DLH Sukoharjo Berencana Perbanyak Resapan Biopori

Editor: Ivan Aditya

SUKOHARJO, KRJOGJA.com – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) berencana melakukan penambahan pembuatan resapan biopori. Petugas juga akan mengontrol resapan biopori yang sebelumnya sudah terpasang disejumlah tempat. Hal itu dilakukan sebagai bagian dari usaha menjaga lingkungan dan mencegah terjadinya genangan air dan banjir. Pemanfaatan air hujan akan dimaksimalkan dengan pemasangan resapan biopori.

Kepala DLH Sukoharjo Agustinus Setiyono, Selasa (16/03/2021) mengatakan, menghadapi fenomena alam dimana perubahan cuaca ekstrem tidak bisa dihindari maka perlu dilakukan usaha pencegahan untuk meminimalisir kerawanan bencana alam khususnya banjir dengan membuat resapan biopori. DLH Sukoharjo sudah gencar melakukan pembuatan resapan biopori sejak tahun 2018 lalu. Sejumlah tempat sudah dipasang resapan biopori seperti kantor pemerintahan, sekolah, fasilitas umum dan lainnya.

Sejak pertama kali dipasang hingga sekarang resapan biopori masih efektif membantu dalam penanganan masalah genangan air dan mencegah banjir. Dampak positif tersebut membuat DLH Sukoharjo berencana melakukan penambahan pembuatan resapan biopori lagi.

Persiapan dilakukan dengan penyusunan kebutuhan anggaran membeli resapan biopori. Namun karena anggaran terbatas ditengah pandemi virus Corona maka pemasangan resapan biopori nanti dilakukan dengan memakai skala prioritas.

“Pembuatan resapan biopori akan diperbanyak lagi karena efektif membantu penanganan masalah genangan air dan banjir. DLH Sukoharjo sedang menyusun perencanaan program tersebut,” ujarnya.

DLH Sukoharjo sekarang juga sedang melakukan pemantauan mengenai kondisi mana saja yang masih terlihat genangan air dan rawan banjir sehingga memerlukan bantuan resapan biopori. Beberapa kantor pemerintahan menjadi sasaran prioritas kedepan.

Disisi lain, DLH Sukoharjo juga menerjunkan petugas untuk memantau kondisi resapan biopori yang sebelumnya sudah terpasang sejak tahun 2018 lalu disejumlah tempat. Hasilnya diketahui mayoritas dalam kondisi baik dan masih bisa dipergunakan. Sebab resapan biopori tersebut pemanfaatannya tidak hanya sebagai tempat penampungan air hujan saja, melainkan juga bisa digunakan untuk proses alami pembuatan pupuk kompos. Caranya dikatakan Agustinus cukup memasukan daun kedalam resapan biopori dan nanti akan terurai secara alami dengan sendirinya.

Resapan biopori yang sudah ada ditambahkan Agustinus sebaiknya tetap terus dijaga. Sebab dibeberapa tempat fasilitas umum DLH Sukoharjo menemukan kerusakan resapan biopori terjadi karena faktor kesengajaan. Salah satunya seperti di taman kota dimana pengunjung kedapatan merusak resapan biopori. Tindakan tersebut sangat merugikan mengingat resapan biopori yang rusak tidak maksimal dalam membantu penyerapan air hujan. (Mam)

BERITA REKOMENDASI