DPKP Sukoharjo Segera Isi Kekosongan Blok F Rusunawa Joho

Editor: Ivan Aditya

SUKOHARJO, KRJOGJA.com – Satu dari total enam blok Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa) Joho Sukoharjo masih kosong karena perbaikan kerusakan belum selesai. Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPKP) Sukoharjo membutuhkan waktu lama karena banyaknya kerusakan yang harus diperbaiki.

Pengelola Rusunawa Bidang Perumahan DPKP Sukoharjo Hartono, Kamis (04/08/2022) mengatakan, hingga awal Agustus 2022 dari total enam blok Rusunawa Joho Sukoharjo tinggal satu blok yang masih kosong. Rinciannya blok A sampai E semua kamar telah terisi. Sedangkan blok F masih kosong sampai sekarang.

Khusus untuk blok F kosong sudah cukup lama disaat pandemi virus Corona lalu. Kekosongan tersebut membuat kondisi bangunan dan kelengkapannya mengalami kerusakan. DPKP Sukoharjo harus melakukan perbaikan terlebih dahulu sebelum ditawarkan ke penyewa.

“Kerusakan blok F Rusunawa Joho Sukoharjo seperti terjadi pada bagian cat yang sudah pudar atau mengelupas, atap bocor, pintu kamar tidur rusak, pintu kamar mandi rusak, sebagian jendela rusak, kran air dan selang banyak yang hilang. Butuh dana tidak sedikit untuk melakukan perbaikan tersebut,” katanya

DPKP Sukoharjo sementara ini sudah melakukan renovasi atau perbaikan pada bagian atap dan pengecatan ulang bangunan blok F Rusunawa Joho Sukoharjo. Sedangkan perbaikan lainnya dilakukan secara bertahap kedepan.

Perbaikan blok F Rusunawa Joho Sukoharjo diperkirakan selesai dalam waktu dua atau tiga bulan kedepan. Perbaikan serupa sebelumnya juga dilakukan DPKP Sukoharjo pada blok E. Namun perbaikan blok E telah selesai dan sudah ditempati penyewa.

DPKP Sukoharjo berusaha mempercepat perbaikan blok F Rusunawa Joho Sukoharjo mengingat sekarang sudah ada ketertarikan dari pelaku industri untuk menyewa. Rencananya blok F Rusunawa Joho Sukoharjo tersebut akan disewa untuk penempatan karyawan industri.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala DPKP Sukoharjo RM Suseno Wijayanto, minat tinggal di Rusunawa Joho Sukoharjo masih tinggi. Para penyewa tidak hanya datang dari masyarakat umum saja, namun juga pekerja industri.

Para pelaku industri ingin menempatkan karyawan atau pekerjanya dalam satu kawasan tempat tinggal. Hal ini dilakukan untuk mempermudah koordinasi dan pekerja dalam mengakses tempat kerja. (Mam)

BERITA REKOMENDASI