DPMD Tunggu APBDes, Pencairan Dana Desa 2020 Berbeda

SUKOHARJO, KRJOGJA.com – Pemkab Sukoharjo mendapatkan alokasi dana desa tahun 2020 dari pemerintah pusat sebesar Rp 146.662.487.000. Masing masing desa akan menerima dana desa berbeda. Pencairan dana desa baru bisa dilakukan setelah desa menyelesaikan laporan APBDes. 

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Sukoharjo YC Sriyana, Minggu (2/2/2020) mengatakan, pemerintah pusat sudah memberikan alokasi dana desa untuk Pemkab Sukoharjo sebesar Rp 146.662.487.000. Pemkab Sukoharjo sendiri juga sudah menerima informasi tersebut. 

Pemkab Sukoharjo setelah menerima alokasi dana desa dari pusat maka langsung melakukan persiapan. Termasuk diantaranya sosialisasi ke para penerima. Salah satu yang disampaikan ke pemerintah desa yakni berkaitan dengan segera dilakukannya penyusunan dan pelaporan APBDes. 

APBDes menjadi syarat penting bagi desa yang akan melakukan pencairan dana desa. Selain itu tidak terkecuali desa sebelumnya juga wajib mengumpulkan laporan pertanggungjawaban (Lpj) penggunaan dana desa. 

DPMD Sukoharjo hingga sekarang belum menerima satupun desa yang sudah mengumpulkan APBDes. Pihak pemerintah desa kemungkinan masih dalam tahap penyusunan APBDes. Penyusunan perlu dilakukan untuk mengetahui program kerja penggunaan dana desa kedepan. 

“Nominal dana desa sudah ditentukan untuk masing masing desa penerima. Namun pencairan dana desa baru bisa dilakukan setelah desa merampungkan penyusunan dan melaporkan atau mengumpulkan APBDes,” ujarnya. 

Penerima dana desa tahun 2020 paling besar diterima Desa Cemani, Kecamatan Grogol Rp 1.285.826.000 dan terendah Desa Wirogunan, Kecamatan Kartasura Rp 786.581.000. 

Secara teknis APBDes wajib dikumpulkan ke DPMD Sukoharjo dan selanjutnya akan dilakukan pendataan dan mengirim data ke Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KKPN). Sedangkan penyaluran dana desa akan dilakukan langsung ke rekening KKPN ke rekening kas desa tanpa melalui Pemkab Sukoharjo. 

Pada tahun 2020 ini pemerintah pusat juga menerapkan penghitungan besaran dana desa berupa penambahan alokasi kinerka untuk 15 desa. Alokasi didasarkan pada pengelolaan keuangan, serapan dana, capaian pengelolaan dana dan hasil pengelolaan dana. 

Kepala Desa Gumpang, Kecamatan Kartasura Dwi Mogol Nuryanto mengatakan, dana desa tahun 2020 belum bisa dicairkan menunggu selesainya APBDes. Pemerintah Desa Gumpang, Kecamatan Kartasura sendiri sekarang sedang melakukan penyusunan. Diharapkan dalam waktu dekat dapan terselesaikan dan dana desa bisa segera dicairkan. 

Kepala Desa Pucangan, Kecamatan Kartasura Budiyono mengatakan, pencairan dana desa bergantung pada kesiapan dan kecepatan desa. Sebab desa memiliki kewajiban menyusun dan melaporkan APBDes ke Pemkab Sukoharjo. 

“Pemerintah Desa Pucangan, Kecamatan Kartasura sedang menyusun APBDes untuk proses pencairan dana desa tahun 2020,” ujarnya. (Mam)

BERITA REKOMENDASI