DPRD Karangasem Studi Banding di Klaten

Editor: Ivan Aditya

KLATEN, KRJOGJA.com – Sektor pariwisata terpuruk pasca erupsi Gunung Agung, DPRD Karangasem, Bali studi banding ke Klaten dan Sleman, Kamis (18/01/2018). Studi banding diikuti oleh Komisi III dan Komisi IV, dipilihkan Klaten serta Sleman sebagai daerah tujuan dikarenakan kedua wilayah ini memiliki karakteristik persoalan yang hampir sama yakni pernah mengalami kondisi terupuruk akibat erupsi Gunung Merapi.

Humas Sekretariat DPRD Karangasem, Edi Setiadi mengemukakan, melalui studi banding tersebut diharapkan bisa mendapatkan masukan dari pengalaman Kabupaten Klaten untuk meningkatkan sektor pariwisata pasca erupsi. Sektor pariwisata merupakan tulang punggung pendapatan asli daerah (PAD) bagi Kabupaten Karangasem, selain pajak penambangan galian C.

Sebelum erupsi, di Karangasem terdapat sekitar 1.000 an hotel yang menopang perkembangan pariwisata di daearah terbseut. Namun demikian, sejak terjadinya erupsi Gunugn agung sekitar 300 diantaranya tutup. Kunjungan wisatawan juga menurun, padahal kontribusi pendapatan dari sector pariwisata tahun 2016 mencapai sekitar Rp 40 miliar.

“Saat ini status Gunugn Agung masih awas. Dampak dari erupsi luar biasa, sekitar 300 hoteltutup, ototmatis pemasukan dari sektor wisata turun drastis, padahal sektor wisata merupakan penyokong PAD yang cukup besar bagi Karangasem,” kata Edi Setiadi.

Sedangkan untuk sektor penambangan Galian C, Kabupaten Karangasem telah lebih baik. Yakni pajak galian C menopang PAD terbesar, mencapai sekitar Rp 60 miliar. Untuk Kabupaten Klaten sendiri pendapatan dari pajak galian C masih minim, yang semula target hanya berkisar Rp 3 miliar, untuk tahun 2017 bisa terealisasi Rp 7 miliar.

Skretaris Komsisi III yang juga Ketua Fraksi PDIP DPRD Klaten Aris Prabowo mengemukakan, studi banding DPRD Karangasem untuk megnkomparasi cara penanganan pasca bendana di Bali dan di Klaten seperi apa. Menurut aris Prabowo, Klaten lebih berpengalaman dalam kebencanaa, karena pernah mengalami gempa dahsyat, erupsi Gunung Merapi dan juga banjir.

“Karangasem hanya erupsi saja, sedangkan Klaten mengalami berbagai bencana alam, sehingga kami lebih berpengalaman, lebih siap , lebih terkoordinir. Dari sisi logistik, Klaten juga lebih mampu, “ kata aris Prabowo. (Sit)

BERITA REKOMENDASI