Droping Air Bersih Diperkirakan Hingga November

SUKOHARJO, KRJOGJA.com –Droping air bersih di wilayah terdampak kekeringan diperkirakan dilakukan hingga tiga bulan kedepan. Sebab kebutuhan warga semakin besar seiring datangnya puncak musim kemarau September mendatang. Pemenuhan air bersih sementara masih bisa terbantu berkat keberadaan Pamsimas.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sukoharjo Sri Maryanto, Minggu (30/8), mengatakan, BPBD Sukoharjo memperkirakan droping air bersih berlangsung hingga tiga bulan kedepan terhitung September, Oktober dan November. Sebab pada September dan Oktober merupakan puncak musim kemarau. Disaat ini kebutuhan air bersih warga mengalami peningkatan signifikan setelah air sumur warga kering. Warga sepenuhnya disaat itu mengandalkan pemenuhan kebutuhan air bersih dari droping petugas.

Kebutuhan air bersih diperkirakan masih diandalkan warga dari bantuan BPBD Sukoharjo saat masuk November. Sri Maryanto, mengatakan, meski November merupakan awal musim hujan namun warga tetap meminta bantuan mengingat sumur belum sepenuhnya terisi air bersih dan mampu memenuhi kebutuhan.

“Perkiraan kami droping air bersih sesuai permintaan warga masih berlangsung tiga bulan kedepan. Terhitung September dan Oktober merupakan puncak kemarau. Sedangkan November awal musim hujan. Tapi bisa saja berlanjut ke awal Desember seperti tahun 2019 lalu,” ujarnya.

Sri Maryanto menegaskan, droping air bersih tetap akan dikirim BPBD Sukoharjo sepanjang ada pengajuan dari warga terdampak kekeringan akibat kemarau. Surat diajukan melalui RT/RW diteruskan ke pemerintah desa dan kecamatan sebelum disetujui bupati.

BERITA REKOMENDASI