Dua Caleg Dicoret dari DCT, PKS Mengadu ke Bawaslu

BOYOLALI, KRJOGJA.com – DPD PKS Boyolali melengkapi berkas-perkas pengaduan ke Bawaslu, Senin (25/3/2019) malam, menyusul pencoretan dua caleg mereka dari Daftar Calon Tetap (DCT) oleh KPU Boyolali. Dasarnya, pencoretan tersebut dinilai tak memenuhi asas berkeadilan. 

Ketua DPD PKS Boyolali, Nur Achmad mengatakan, dua caleg PKS, yakni Basuki, dicoret atas dasar vonis pengadilan karena pelanggaran pidana pemilu dan Mahmudi karena vonis pelanggaran pidana lalu lintas. Meski demikian, pencoretan tersebut dinilai berlebihan, sebab amar putusan pengadilan tidak memerintahkan adanya evaluasi atau rekomendasi kepada KPU untuk peninjauan DCT. Sehingga keputusan KPU tersebut dinilai multi tafsir.

Saat pencoretan dari DCT yang dilakukan pada 19 Maret lalu juga dinilai terlalu mepet, sementra pihanya baru mendapat surat keputusan tersebut sehari berselang. Artinya, pihaknya kehilangan waktu sehari untuk melakukan pengaduan yang ditetapkan selama tiga hari saja setelah pencoretan. 

"Kami berharap Bawaslu bisa menjadi mediator bagi kami, partai dan KPU untuk kemudian meninjau ulang keputusan pencoretan tersebut," katanya. 

Pencoretan dua caleg PKS tersebut, sambung Achmad, dinilai sangat merugikan di tengah target perolehan sebanyak tujuh kursi suara di DPRD Boyolali pada Pemilu sekarang. Sebab dengan empat kursi saat ini, dua caleg tersebut adalah caleg potensial yang kemungkinan besar bisa mendulang suara untuk mencapai target. 

Komisioner Bawaslu Divisi Penyelesaian Sengketa Proses Pemilu, Puspitaningrum menyatakan akan segera melakukan kajian syarat formil dan materiil atas aduan tersebut. Setelah diregister, Bawaslu punya waktu 12 hari untuk menyelesaikan hal tersebut. Tahap pertama yang dilakukan adalah memediasi pihak pelapor dan terlapor. Bila tak ada kesepakatan, pihaknya akan melakukan ajudikasi untuk memutus permohinan tersebut bisa dikabulkan atau tidak. 

"Saat ini baru itu yang bisa kita sampaikan, sebab harus kita kaji terlebih dulu," pungkasnya. (Gal)

BERITA REKOMENDASI