Dua Tangan Diamputasi, Alfian Butuh Tangan Robotik

Editor: Ivan Aditya

ALFIAN Fahrul Nabilia (18), siswa SMKN di Klaten, warga Dukuh Dalem RT 02 RW 02, Desa Sawit, Kecamatan Gantiwarno, Klaten, terpaksa kehilangan kedua tanganya. Dua tangan siswa jurusan Teknik Komputer Jaringan (TKJ) tersebut, terpaksa diamputasi setelah kecelakaan tersengat listrik saat memasang Wifi, saat praktik industri di Desa Pasung, Kecamatan Wedi, Klaten, 9 Maret 2020 lalu. Alfian sangat membutuhkan bantuan para donatur untuk membeli dua tangan robotik, agar bisa beraktifitas kembali.

Alfian mengisahkan, peristiwa naas terjadi saat ia bersama lima siswa lainnya memasang Wifi di rumah salah seorang warga Desa Pasung, Wedi. Saat pemasangan pipa Wifi, Alfian naik ke atas genteng sendirian, dan lima orang temanya berada di bawah.

Meski cuaca gerimis, namun dirinya tetap naik ke atas genteng. Pipa besi tiba-tiba roboh menimpa tiang listrik. Arus listrik tegangan tinggi lanfsung menyengat kedua tanganya, sehingga Alfian pingsan di atas genteng.

“Saat akan naik ke genteng, saya lupa segalanya dan tahu-tahu saya sadar sudah berada di rumah sakit dr Soeradji Tirtonegoro Klaten. Saya baru tahu kalau dua tangan luka bakar, juga paha dan sebagian perut bagian bawah,” kata Alfian.

Ketua RT 02 RW 02 Desa Sawit Sutoyo mengatakan, akibat peristiwa itu Alfian menjalani 5 kali operasi, tangan kanan operasi dengan diamputasi di bawah siku pada 23 Maret 2020 dan tangan kiri diamputasi di atas siku dibawah ketiak pada 14 April 2020. Kemudian luka bakar di paha dan sebagian tubuh lainnya juga membutuhkan perawatan serius.

Sehubungan hal itu, para relawan peduli Alfian, yang dikoordinir Fathiya yang juga masih pelajar, sedang melakukan penggalangan dana untuk membelikan tangan robotik.
Ibu Alfian, Tri Ismani mengatakan, untuk aktifitas sehari-hari, mengerjakan tugas memakai laptop HP dioperasikan menggunakan jari-jari kaki.

Untuk makan, minum dan aktifitas lainnya, Alfian harus dibantu keluarganya, disuapi dan lain sebagainya. Alfian baru kembali semangat sekitar tiga pekan terakhir. Sebelumnya sempat putus asa dan frustasi.

“Alfian sempat membenturkan kepalanya ke tembok dan minta agar dibuang saja karena sudah tidak berguna,” kata Tri Ismani. Kini Alfian mulai semangat kembali untuk menyelesaikan sekolahnya di SMK. Diharapkan lulus pada tahun 2021, dan sekarang mulai mendaftar di UNDIP dan UNY.

Pimpinan DPRD Klaten terketuk hatinya, memberikan bantuan uang serta motivasi pada Alfian. Kehadiran Ketua DPRD Klaten Hamenang Wajar Ismoyo didampingi tiga Wakil Ketua DPRD Klaten, Triyono, Haryanto, dan Marjuki.

Hamenang Wajar Ismoyo, berharap Alfian maupun keluarganya menerima musibah dengan ikhlas dan tetap semangat menatap masa depan.

Hamenang menyatakan, akan menggalang dana dari para donatur untuk membantu Alfian guna membeli dua tangan robotik. (Sri Warsiti)

BERITA REKOMENDASI