Dukun Cabul Bunuh Anak Sendiri Hasil Hubungan Gelap dengan Adik Ipar

Editor: Ivan Aditya

BOYOLALI, KRJOGJA.com – Satuan Reserse Kriminal (Sat Reskrim) Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Boyolali menggelar rekontruksi kasus pembunuhan bayi hasil hubungan gelap dengan adik iparnya F (20). Dalam rekontruksi tersebut tersangka Nurcholis (46) yang berprofesi sebagai dukun cabul memperagakan 24 adegan.

Kapolres Boyolali, AKBP Rachmad Nur Hidayat melalui Kasat Reskrim Polres Boyolali, Iptu Ahmad Masdar Tohari mengemukakan polisi melakukan rekonstruksi kejadian yang digelar di Gedung Sat Reskrim Mapolres Boyolali. “Dalam rekonstruksi, lelaki yang berprofesi sebagai dukun itu juga memperagakan saat membantu kelahiran anaknya hingga dia menguburkan bayi yang sudah dibunuh,” kata AM.Tohari,Rabu (23/9/2020).

Menurut Kasat Reskrim, kasus pembunuhan bayi hasil hubungan gelap itu terjadi pada 2 September lalu. Bermula dari kecurigaan warga yang melihat tersangka mengubur sebuah benda di kebun belakang rumah di Dukuh Ngaglik Rt 001 Rw 001, Desa Jlarem, Kecamatan Gladagsari.

Kelahiran bayi dilakukan di dalam kamar. Namun bayi kemudian dibekap selimut hingga meninggal. Kemudian tersangka mengelabuhi keluarga bahwa dia sudah berhasil mengeluarkan tumor dari perut F. “Mayat bayi lalu disimpan di bagian belakang rumah dan malam harinya dikubur.”

Akibatnya, tersangka Nurcholis yang merupakan warga Dukuh Turunan Rt 007 Rw 003, Desa Gentan, Kecamatan Susukan Semarang harus mendekam di ruang tahanan Mapolres Boyolali. Dia dikenai pasal 338 KUHP dan atau pasal 80 ayat 4 sub ayat 3 UU RI No 35 tahun 2014 tentang perubahan atas UU RI No 23 tahun 202 tentang Perlindungan Anak.

“Yaitu dengan ancaman hukuman penjara paling lama 15 tahun dan atau selama 10 tahun ditambah sepertiga dari ketentuan,”

Sementara dalam pengakuannya, tersangka mengaku khilaf telah tega membunuh anak kandung hasil hubungan gelap itu. “Saya khilaf dan malu kalau kejadian itu sampai diketahui para tetangga. Sehingga terpaksa berbuat seperti itu,” ujar Nurcholis. (*-1/Sit)

BERITA REKOMENDASI