Ekonomi Sukoharjo Makin Tumbuh, Pasar Tradisional Harus Berbenah

SUKOHARJO, KRJOGJA.com – Progres pembangunan empat pasar tradisional sampai sekarang sudah melebihi target sekitar 35 – 40 persen dan diharapkan selesai 100 persen Desember mendatang. Pemkab Sukoharjo sendiri sudah melakukan pembangunan disejumlah pasar tradisional. Pekerjaan Rumah (PR) membangun pasar tradisional tinggal dikerjakan pada Pasar Kartasura yang kemungkinan pelaksanaannya baru bisa dikerjakan setelah tahun 2023 mendatang.

Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Sukoharjo Sutarmo, Senin (17/9/2018) mengatakan, terus memantau perkembangan pembangunan empat pasar tradisional. Hasilnya menunjukan perkembangan menggembirakan dimana dalam proses pengerjaanya mampu melebihi target yang telah ditentukan.

Empat pasar tradisional yang dibangun yakni Pasar Plumbon di Kecamatan Mojolaban, Pasar Kepuh di Kecamatan Nguter, Pasar Purwo di Kecamatan Weru dan Pasar Daleman di Kecamatan Baki. Pengerjaan keempat pasar tradisional tersebut diperkirakan mencapai 35 – 40 persen.

Kondisi pelaksanaan pembangunan empat pasar tradisonal di masing masing lokasi mengalami kelebihi dari target berbeda. Seperti Pasar Plumbon, Kecamatan Mojolaban mampu mengerjakan sampai 40 persen atau tertinggi dibanding lainnya. Hal itu dianggap wajar karena memang ukuran pasar tersebut paling kecil dibanding lainnya.

Rekanan yang mengerjakan pembangunan empat pasar tradisional diminta untuk tidak terlena dan tetap fokus. Sebab sisa waktu yang ada tinggal empat bulan kedepan dan wajib selesai Desember mendatang. Selain waktu rekanan juga diminta bergerak cepat dengan mengantisipasi datangnya musim hujan.

"Proses pembangunan empat pasar tradisional itu terus kita pantau bersama dengan melibatkan pengurus pasar dan pedagang. Perkembangan terakhir sekitar 35 – 40 persen atau mampu melebihi target sebab sesuai perencanaan seharusnya sekarang masih di bawah angka itu," ujar Sutarmo.

Dinas Perdagangan, Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Sukoharjo optimis pembangunan empat pasar tradisional mampu diselesaikan sebelum batas waktu Desember. Hal itu muncul setelah ada kesanggupan dari para rekanan yang melaksanakan pembangunan.

Keempat pasar tradisional dibangun menggunakan konsep satu lantai saja sesuai dengan harapan pedagang. Konsep satu lantai juga untuk meminimalisir terjadinya protes dari pedagang apabila dinas memaksakan dibangun tingkat. Sebab pedagang enggan menempati lantai dua karena takut sepi pembeli.

Sementara itu, Pemkab Sukoharjo sampai sekarang sudah melaksanakan pembangunan disejumlah pasar tradisional di 11 dari 12 kecamatan. Tinggal satu kecamatan saja yakni Kecamatan Kartasura yang belum tersentuh pembangunan pasar tradisional. Pasar Kartasura kondisinya sekarang sangat memprihatinkan karena banyak ditemukan kerusakan. Hal tersebut menjadi pekerjaan rumah bagi Pemkab Sukoharjo untuk segera merealisasikan dalam beberapa tahun kedepan.

Rencana pembangunan Pasar Kartasura sudah lama muncul dan akan dilaksanakan Pemkab Sukoharjo. Namun pelaksanaanya batal karena ada kendala besar dimana pengelolaan Pasar Kartasura masih ditangani pihak ketiga sampai Tahun 2023 mendatang. Sebelum tahun tersebut Pemkab Sukoharjo tidak bisa melakukan perbaikan karena masih jadi tanggungjawab pihak ketiga.

"Untuk ukuran pasar tradisional besar yang belum cuma Pasar Kartasura saja. Itu saja pekerjaan rumah kita dan kemungkinan memang baru akan dibangun setelah pengelolaan pihak ketiga selesai sekitar Tahun 2022 atau 2023 mendatang," lanjutnya.

Sisa waktu yang ada untuk pelaksanaan pembangunan Pasar Kartasura memang masih sangat lama. Dinas Perdagangan, Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Sukoharjo meminta pada para pedagang untuk bersabar. Sebab apabila dipaksakan dibangun maka akan menyalahi aturan.

Sutarmo menambahkan, pasar tradisional di kecamatan selain Kecamatan Kartasura sudah dilaksanakan pembangunan. Seperti di Kecamatan Sukoharjo Kota telah dibangun Pasar Ir Soekarno. Pasar Gawok di Kecamatan Gatak, Pasar Jamu Nguter di Kecamatan Nguter, Pasar Tawangsari di Kecamatan Tawangsari dan lainnya. (Mam)

BERITA REKOMENDASI