Elpiji 3 Kg Langka di Sukoharjo

Editor: Ivan Aditya

SUKOHARJO (KRjogja.com) – Warga disejumlah wilayah di Sukoharjo terpaksa meninggalkan tabung gas elpiji 3 kilogram kosong ke pangkalan atau pengecer karena stok habis. Warga meminta kepada petugas terkait untuk turun ke lapangan mengatasi masalah kelangkaan.

Warga Gatak Yanto mengatakan, sudah satu pekan ini dirinya kesulitan mendapatkan gas elpiji 3 kilogram. Biasanya gas dengan mudah didapat pada saat membeli di pengecer disekitar rumahnya. Namaun sekarang sulit bahkan terpaksa harus meninggalkan tabung gas 3 kilogram kosong ke pengecer.

Tabung kosong tersebut sengaja ditingalkan dengan harapan pada saat pengecer mendapat kiriman dari pangkalan bisa langsung mendapatkan gas elpiji 3 kilogram. Butuh waktu lebih dari satu hari untuk bisa mendapatkan kembali gas elpiji 3 kilogram.

Sulitnya mendapatkan gas elpiji 3 kilogram dikatakan Yanto pernah ditanyakan ke pengecer. Masalah tersebut terjadi karena seretnya pasokan atau kiriman dari pangkalan ke pengecer. “Barangnya sulit didapat tapi harga gas elpiji 3 kilogram tetap sama Rp 18 ribu per tabung,” ujar Yanto kepada KRjogja.com, Kamis (29/09/2016).

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sukoharjo Sutarmo mengatakan, pihaknya baru saja mengikuti rapat koordinasi dengan Provinsi Jawa Tengah di Semarang terkait persoalan gas elpiji. Hasilnya diketahui tidak terjadi kelangkaan baik di Sukoharjo maupun daerah lain di Jawa Tengah. Hal tersebut dilihat dari kuota atau jatah yang diterima oleh Sukoharjo sudah sesuai dengan pengajuan awal.

Disperindag Sukoharjo juga memastikan tidak ada pengurangan kuota dari pusat. Gas elpiji 3 kilogram yang diterima sepenuhnya diperuntunkan untuk masyarakat. “Kami akan terjun ke lapangan sesuai permintaan warga untuk mencari tahu penyebab terjadinya kelangkaan gas elpiji 3 kilogram seperti yang dikeluhkan,” ujar Sutarmo. (Mam)

BERITA REKOMENDASI