Embung Gantikan Sumur Dalam

Editor: Ivan Aditya

BOYOLALI (KRjogja.com) – Untuk menekan biaya pembuatan embung yang menjadi sumber air baku, Perusahaan Umum Daerah Air Minum (PUDAM) Boyolali menggandeng pemerintah desa tempat lokasi embung. Pembuatan embung ini nantinya untuk mengganti penggunaan sumur dalam yang biaya operasionalnya cukup mahal.

Direktur PUDAM Boyolali, Cahyo Sumarso mengatakan, sejumlah embung yang dibuat tahun ini, semisal di Desa Ringin Larik Desa Pusporenggo dan Kembangsari, Kecamatan Musuk, Desa Cabeyan Kunti, Kecamatan Cepogo dan Desa Seboto, Kecamatan Ampel. Dengan konsep tersebut, imbuhnya, biaya pembangunan Embung Ringin Larik tersebut hanya membutuhkan Rp 6 miliar, padahal bila tak ada kerja sama dengan pihak desa, anggaran yang dibutuhkan bisa mencapai Rp 50 miliar. “Embung tersebut nantinya mampu menampung air hingga 400.000 meter persegi,” terang Cahyo di Boyolali, Jumat (05/08/2016).

Dengan pembuatan embung-embung yang diproyeksikan sudah selesai pada 2018 tersebut, lanjut Cahyo, pihaknya tak perlu menggunakan sumur dalam sebagai sumber air baku PUDAM untuk menekan biaya operasional.  Sebab saat ini, tiap bulannya PUDAM mesti mengeluarkan biaya Rp 550 juta untuk penggunaan listrik dan solar operasional sumur dalam yang mesti menggunakan pompa.

Meski demikian, adanya embung membuat cadangan air baku untuk sumber air bersih tetap melimpah. Meski tanpa sumur dalam, ia memperkirakan cadangan air yang tersedia bisa mencapai 2 juta kubik dan akan meningkatkan debit air dari saat ini sebanyak 550 liter/detik menjadi 800 liter/detik untuk pelanggan PUDAM yang saat ini jumlahnya tercatat sebanyak 46.000 sambungan rumah (SR) dan ditargetkan mencapai 60.000 SR pada 2018 mendatang. (M-9)

BERITA REKOMENDASI