Etik Suryani Keluarkan Inbup Tekankan Patuhi Prokes

Editor: Ivan Aditya

SUKOHARJO, KRJOGJA.com – Bupati Sukoharjo Etik Suryani mengeluarkan Instruksi Bupati (Inbup) Sukoharjo Nomor 12 Tahun 2021 tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 3 Virus Corona. Ada banyak penyesuaian aturan dalam kebijakan tersebut disesuaikan dengan instruksi dari pemerintah pusat.

Etik Suryani, Rabu (08/09/2021) mengatakan, penyesuaian kegiatan masyarakat dilakukan menyesuaikan dengan adanya kebijakan baru. Seperti pada pelaksanaan pembelajaran di satuan pendidikan dapat dilakukan melalui pembelajaran tatap muka terbatas dan atau pembelajaran jarak jauh berdasarkan keputusan bersama Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Menteri Agama, Menteri Kesehatan dan Menteri Dalam Negeri tentang Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran di masa pandemi virus Corona dan bagi satuan pendidikan yang melaksanakan pembelajaran tatap muka terbatas dilaksanakan dengan kapasitas maksimal 50 persen.

Aturan tersebut dikecualikan untuk, SDLB, MILB, SMPLB, SMLB, MALB maksimal 62 persen sampai dengan 100 persen dengan menjaga jarak minimal 1,5 meter dan maksimal 5 peserta didik per kelas, PAUD maksimal 33 persen dengan menjaga jarak minimal 1,5 meter dan maksimal 5 peserta didik per kelas.

Pelaksanaan kegiatan pada sektor non esensial diberlakukan 100 persen Work From Home (WFH). Pelaksanaan kegiatan pada sektor esensial untuk supermarket, Hypermarket, pasar tradisional, toko kelontong dan pasar swalayan yang menjual kebutuhan sehari-hari dibatasi jam operasional sampai pukul 21.00 WIB dengan kapasitas pengunjung 50 persen, untuk supermarket dan hypermarket wajib menggunakan aplikasi PeduliLindungi mulai tanggal 14 September 2021, untuk apotek dan toko obat dapat buka selama 24 jam.

Pasar rakyat yang menjual kebutuhan sehari-hari dapat beroperasi dengan kapasitas maksimal 50 persen dan jam operasional sampai pukul 17.00 WIB. Pedagang kaki lima, toko kelontong, agen atau outlet voucher, barbershop atau pangkas rambut, laundry, pedagang asongan, bengkel kecil, cucian kendaraan dan lain-lain yang sejenis diizinkan buka dengan protokol kesehatan ketat sampai dengan pukul 21.00 WIB.

Pelaksanaan makan dan minum ditempat umum di warung makan, warteg, pedagang kaki lima, lapak jajanan dan sejenisnya diizinkan buka dengan protokol kesehatan ketat sampai dengan pukul 21.00 WIB dengan maksimal pengunjung makan 50 persen dari kapasitas dan waktu makan maksimal 60 menit. Restoran, rumah makan, kafe, dengan lokasi yang berada dalam gedung atau toko tertutup yang berada pada lokasi tersendiri hanya menerima delivery atau take away dan tidak menerima makan ditempat dan jam operasional dibatasi sampai dengan pukul 21.00 WIB.

Restoran, rumah makan, kafe dengan area pelayanan di ruang terbuka diizinkan buka dengan protokol kesehatan yang ketat sampai dengan pukul 21.00 WIB dengan kapasitas maksimal 50 persen, satu meja maksimal dua orang, waktu makan maksimal 60 menit dan wajib menggunakan aplikasi Peduli Lindungi untuk melakukan skrining terhadap semua pengunjung dan pegawai.

Kegiatan pada pusat perbelanjaan, mal, pusat perdagangan dibuka dengan ketentuan kapasitas maksimal 50 persen dan jam operasional sampai dengan pukul 21.00 WIB dengan memperhatikan protokol kesehatan secara ketat, wajib menggunakan aplikasi Peduli Lindungi, restoran, rumah makan, kafe di dalam pusat perbelanjaan, mal dan pusat perdagangan dapat menerima makan ditempat dengan kapasitas maksimal 50 persen, satu meja dua orang dan waktu makan maksimal 60 menit, penduduk dengan usia dibawah 12 tahun dilarang masuk pusat perbelanjaan, mal dan pusat perdagangan. Bioskop, tempat bermain anak dan tempat hiburan dalam pusat perbelanjaan, mal dsn pusat perdagangan ditutup.

Tempat ibadah masjid, mushola, gereja, pura, vihara dan klenteng serta tempat lainnya yang difungsikan sebagai tempat ibadah dapat mengadakan kegiatan peribadatan atau keagamaan berjamaah selama masa penerapan PPKM Level 3 Virus Corona dengan maksimal 50 persen kapasitas atau 50 orang dengan menerapkan protokol kesehatan secara ketat dan memperhatikan ketentuan teknis dari Kementerian Agama. “Fasilitas umum area publik, taman umum, tempat wisata umum, dan area publik lainnya ditutup sementara,” ujarnya.

Transportasi umum dan kendaraan sewa diberlakukan dengan pengaturan kapasitas maksimal 70 persen dengan menerapkan protokol kesehatan secara lebih ketat. Pelaksanaan hajatan dan atau resepsi pernikahan dapat diadakan dengan maksimal 20 orang undangan dengan menerapkan protokol kesehatan secara lebih ketat dan tidak mengadakan makan ditempat, penyediaan makanan hanya diperbolehkan dalam tempat tertutup atau box dan untuk dibawa pulang. “Instruksi Bupati Sukoharjo ini mulai berlaku pada tanggal 7 September hingga 13 September 2021,” lanjutnya. (Mam)

BERITA REKOMENDASI