Etik Suryani Serahkan Bantuan Bedah Rumah

Editor: Ivan Aditya

SUKOHARJO, KRJOGJA.com – Bupati Sukoharjo Etik Suryani langsung turun ke bawah melakukan blusukan kampung membantu masyarakat. Sasaran kali ini rumah tidak layak huni (RTLH) milik Ngatmi (70) warga Dukuh Tengklik RT 03 RW 07 Desa Manisharjo, Kecamatan Bendosari, Rabu (25/08/2021). Bantuan disalurkan dari Baznas Sukoharjo senilai Rp 20 juta untuk bantuan bedah rumah.

Etik Suryani mengatakan, pihaknya menerima informasi dari Camat Bendosari terkait adanya warga yang sangat membutuhkan bantuan karena kondisi rumahnya tidak layak huni. Pemkab Sukoharjo bersama dengan Baznas Sukoharjo kemudian langsung merespon dan bergerak cepat atas informasi tersebut dengan melakukan survei ke lokasi.

“Bantuan diserahkan ke warga yang membutuhkan untuk bedah rumah agar layak huni. Bantuan diberikan setelah ada informasi dari camat dan langsung ditindaklanjuti,” ujarnya.

Etik berharap bantuan bedah rumah tersebut dapat dimanfaatkan dengan baik oleh Ngatmi. Sebab kondisi Ngatmi sudah berusia lanjut dan rumahnya tidak layak huni. “Untuk warga lain yang memang memenuhi kriteria juga akan dibantu,” lanjutnya.

Ngatmi sendiri diketahui tinggal bersama cucunya Pujiono beserta isteri. Pujiono mengatakan, bersyukur dan mengucapkan terimakasih pada Bupati Sukoharjo Etik Suryani dan Baznas Sukoharjo yang telah memberikan bantuan untuk bedah rumah.

Terpisah sebelumnya, Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPKP) Sukoharjo Suraji, Jumat (4/6) lalu mengatakan, proses verifikasi dan validasi ulang Basis Data Terpadu (BDT) Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) tahun 2021 sudah dimulai sejak awal tahapan sekitar Februari lalu dan ditarget Juni ini. Namun pada awal Juni masih ditemukan ada sebanyak tujuh desa bermasalah. Temuan tersebut didapati setelah DPKP Sukoharjo meminta hasil verifikasi dan validasi ulang BDT RTLH tahun 2021 namun belum mampu diselesaikan pihak tujuh desa.

Hingga akhir Mei diketahui dari 150 desa baru ada 143 desa yang sudah menyelesaikan verifikasi dan validasi ulang BDT RTLH tahun 2021. Artinya masih ada tujuh desa belum selesai. Sedangkan ditingkat kelurahan, sebanyak 17 kelurahan di Kabupaten Sukoharjo semuanya sudah mengumpulkan data lengkap.

Tujuh desa yang belum menyelesaikan verifikasi dan validasi ulang BDT RTLH tahun 2021 kemudian dipanggil dan mendapat pendampingan. Hal itu dilakukan untuk mengetahui sumber masalah. Hasilnya diketahui kendala besar dihadapi tujuh desa karena sumber daya manusia. (Mam)

BERITA REKOMENDASI