Exit Tol Boyolali Ditutup

Editor: Ivan Aditya

BOYOLALI, KRJOGJA.com – Sebagai upaya untuk mengurangi mobiltas masyarakat dalam rangka penanganan Covid-19 di Provinsi Jawa Tengah, sebanyak 27 titik keluar tol ditutup. Penutupan tersebut juga sebagai upaya untuk mengantisipasi pergerakan masyarakat jelang hari libur Idul Adha esok. Salah satu yang ditutup yakni exit tol Boyolali yang berada di Desa Kragilan, Kecamatan Mojosongo.

Kapolres Boyolali AKBP Morry Ermond melalui Kepala Urusan Administrasi dan Tata Usaha (Kaur Mintu) Satlantas Polres Boyolali, Ipda Joko Siswanto menjelaskan, terdapat dua gerbang exit tol di Kabupaten Boyolali dan semuanya telah ditutup mulai Jumat (16/7/2021) pukul 00.00 WIB sampai Kamis (22/07/2021).

“Exit tol Mojosongo sebagai titik penyekatan gerbang tol yang ada di wilayah Boyolali. Jadi untuk di Boyolali terdapat dua gerbang tol, satu di exit tol bandara kemudian yang satu di exit tol Boyolali di Mojosongo. Untuk di exit tol bandara memang untuk saat ini sudah ditutup dari pihak pengelola jalan tol,” katanya saat dijumpai di gerbang tol Boyolali (Mojosongo), Jumat (16/07/2021) pagi.

Penutupan tersebut akan dilakukan selama 24 jam dengan disiapkan pos penyekatan dengan mengerahkan gabungan dari TNI, Polri, Satpol PP dan Dishub Kabupaten Boyolali untuk berjaga. Pos tersebut bertugas untuk memeriksa kendaraan melintas. “Jadi untuk kendaraan yang diijinkan melintas yang keluar maupun masuk adalah dari sektor esensial dan sektor kritikal,” terangnya.

Kendaraan esensial yakni kendaraan yang terdiri dari sektor keuangan, perbankan, pasar modal, teknologi informasi, komunikasi, hotel non karantina dan industri ekspor. Sedangan kendaraan sektor kritikal meliputi sektor kesehatan, keamanan, penanganan bencana, energi, logistik dan distribusi. Ada pula dari sektor industri makanan, petrokimia, semen, obvitnas, proyek strategis, konstruksi, listrik, air dan sampah.

“Kita laksanakan pemeriksaan, apabila kendaraan tersebut memenuhi kriteria yang dipersyaratakan yaitu esensial dan kritikal kita ijinkan untuk melintas. Namun, apabila tidak memenuhi kriteria kita putar balikkan untuk tidak keluar di exit tol Boyolali atau tidak masuk di exit tol Boyolali,” jelasnya.

Hingga kini sudah terdapat 40-50 kendaraan yang telah diputar balikkan karena bukan merupakan kendaraan dari sektor esensial maupun sektor kritikal. (M-2)

BERITA REKOMENDASI